<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Watulunyu</title>
	<atom:link href="http://tintabiru.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tintabiru.wordpress.com</link>
	<description>curahan hati buat istriku tercinta... (salah satu cara untuk menjaga rasa cinta, mencoba untuk setia)</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Nov 2009 10:14:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='tintabiru.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/fdc4cb8512a7a57086daafd76ea63f25?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Watulunyu</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Doa: Syukur atau Kufur..?</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/11/15/doa-syukur-atau-kufur/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/11/15/doa-syukur-atau-kufur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 10:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Doa merupakan inti ibadah. Doa merupakan awal terjadinya kesyukuran. Syaikh Ibnu Athoillah pernah berkata bahwa beliau terkadang malu untuk berdoa dan meminta kepada Allah SWT karena merasa bahwa beliau belum mensyukuri segala ni’mat yang telah Allah anugerahkan. Selain itu beliau juga takut merasa seakan-akan Allah SWT tidak memberi sebelum diminta. Namun kemudian beliau tetap berdoa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=218&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Doa merupakan inti ibadah. Doa merupakan awal terjadinya kesyukuran. Syaikh Ibnu Athoillah pernah berkata bahwa beliau terkadang malu untuk berdoa dan meminta kepada Allah SWT karena merasa bahwa beliau belum mensyukuri segala ni’mat yang telah Allah anugerahkan. Selain itu beliau juga takut merasa seakan-akan Allah SWT tidak memberi sebelum diminta. Namun kemudian beliau tetap berdoa, karena doa adalah perintah Allah. Sedangkan menjalankan perintah Allah SWT adalah ibadah.</p>
<p>Jadi maksudnya adalah orang yang berdoa itu hendaklah ingat bahwa Allah adalah Yang Memberi sebelum diminta. Hendaknya orang yang berdoa itu ingat akan segala anugerah yang telah Allah beri tanpa kita minta, padahal kita bukanlah orang yang banyak bersyukur. Sehingga muncul keyakinan bahwa Allah SWT memanglah Mahapengasih lagi Mengabulkan doa orang-orang yang berdoa. Kepada mereka yang tidak berdoa saja Allah telah begitu pengasih. Bagaimana lagi kepada mereka yang berdoa kepada-Nya.</p>
<p>Sebagian manusia beribadah kepada patung atau kepada manusia seperti Firaun. Mereka meminta kepada berhala-berhala itu apa-apa yang mereka inginkan. Mereka berfikir bahwa berhala-berhala itu dapat memberi manfaat. Sedangkan hamba-hamba Allah yang sejati hanya kepada Allah mereka menyembah dan meminta. Mereka yakin bahwa hanya Allah yang dapat memberi manfaat.</p>
<p>Setiap ibadah tentu ada hikmahnya. Ada orang yang berdoa kepada Allah, “Ya Allah, jadikanlah aku sebagai hamba-Mu yang memiliki penghasilan di atas 10 juta rupiah per hari.” Lalu dia berfikir, doa merupakan kunci ataupun password untuk membuka pintu dari perbendaharaan yang telah Allah sediakan bagi kita. Jika Dia tidak memberikan apa yang kita minta hari ini, maka Ia mengakumulasi pemberian-Nya yang Dia tahan untuk diberikan di kemudian hari. Atau mungkin Dia mengkonversinya dengan yang lebih baik dan lebih berharga dari uang 10 juta rupiah pada hari itu. Lalu orang itu teringat bahwa Allah masih memberinya kehidupan pada hari itu. Sementara di tempat lain terdengar suara tangis mengiringi anggota keluarganya yang meninggal dunia.</p>
<p>Orang itu juga teringat bahwa Allah telah menggerakkan dia untuk ikut shalat shubuh berjama’ah. Sementara sebagian tetangganya masih terlelap dibuai mimpi. Hamba itu juga teringat akan kesehatan yang dia rasakan. Sementara sebagian manusia sedang merasakan kesakitan akibat parahnya penyakit yang dia derita, dan diperlukan uang puluhan juta rupiah untuk mengobatinya.</p>
<p>Lalu dia teringat akan mata pencahariannya yang mana sebagian manusia harus mencari nafkah dengan jalan yang lebih berat namun lebih sedikit hasilnya. Teringat pula ia akan segala makanan yang dia ni’mati. Sementara di tempat lain, orang-orang menderita kelaparan yang hebat.</p>
<p>Mengingat semua itu, bersyukurlah si hamba karena Allah telah memberinya lebih dari yang ia pinta. Dia berharap bahwa segala kebaikan itu tidak hanya dia rasakan di dunia ini, namun juga di akhirat kelak. Lalu dia memohon perlindungan Allah dari siksa neraka yang Allah siapkan bagi mereka yang mengingkari Allah Sang Pemberi ni’mat.</p>
<p><em>(Manhaj-salaf.net)</em></p>
<p><em>                                                                                             .</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=218&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/11/15/doa-syukur-atau-kufur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biarkan Jatuh Cinta &#8211; by ST12</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/10/19/biarkan-jatuh-cinta-by-st12/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/10/19/biarkan-jatuh-cinta-by-st12/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 10:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kayungyun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[tatap ini indah melihatmu
rasa ini rasakan cintamu
jiwa ini getarkan jiwamu
jantung ini detakan jantungmu
dan biarkan aku padamu
takkan menyesal hidup di dalam hidupku
rasa ini tulus padamu
dan kan ku biarkan sampai aku mati
reff:
biarkan aku jatuh cinta
pesona pada pandangan saat kita jumpa
biarkan aku kan mencoba
tak peduli kau berkata tuk mau atau tidak
tatap ini indah melihatmu
rasa ini rasakan cintamu
jiwa ini getarkan jiwamu
jantung ini detakan jantungmu
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=215&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>tatap ini indah melihatmu<br />
rasa ini rasakan cintamu<br />
jiwa ini getarkan jiwamu<br />
jantung ini detakan jantungmu</p>
<p>dan biarkan aku padamu<br />
takkan menyesal hidup di dalam hidupku<br />
rasa ini tulus padamu<br />
dan kan ku biarkan sampai aku mati</p>
<p><em>reff:<br />
</em>biarkan aku jatuh cinta<br />
pesona pada pandangan saat kita jumpa<br />
biarkan aku kan mencoba<br />
tak peduli kau berkata tuk mau atau tidak</p>
<p>tatap ini indah melihatmu<br />
rasa ini rasakan cintamu<br />
jiwa ini getarkan jiwamu<br />
jantung ini detakan jantungmu</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=215&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/10/19/biarkan-jatuh-cinta-by-st12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hmm&#8230;</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/10/07/hmm/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/10/07/hmm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 14:48:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
senyum aja lagi&#8230;
                                                                  
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=206&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-207" title="family-and-house" src="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/10/family-and-house.jpg?w=380&#038;h=294" alt="family-and-house" width="380" height="294" /></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>senyum aja lagi&#8230;</em></p>
<p><em>                                                                  </em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/206/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/206/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/206/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=206&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/10/07/hmm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/10/family-and-house.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">family-and-house</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang Kaya yang Pandai Bersyukur ataukah Orang Miskin yang Selalu Bersabar?</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/09/13/orang-kaya-yang-pandai-bersyukur-ataukah-orang-miskin-yang-selalu-bersabar/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/09/13/orang-kaya-yang-pandai-bersyukur-ataukah-orang-miskin-yang-selalu-bersabar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 14:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST
Inilah yang mungkin sering diperselisihkan oleh orang kaya dan orang miskin. Setiap golongan pun menyampaikan argumennya masing-masing. Tiap argumen yang disampaikan tidak mungkin ditolak karena sama-sama berlandaskan pada Al Qur’an, As Sunnah dan perkataan sahabat.
Imam Ahmad rahimahullah juga memiliki dua pendapat dalam hal ini. Pendapat pertama: orang kaya yang pandai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=203&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST</em></p>
<p>Inilah yang mungkin sering diperselisihkan oleh orang kaya dan orang miskin. Setiap golongan pun menyampaikan argumennya masing-masing. Tiap argumen yang disampaikan tidak mungkin ditolak karena sama-sama berlandaskan pada Al Qur’an, As Sunnah dan perkataan sahabat.</p>
<p>Imam Ahmad rahimahullah juga memiliki dua pendapat dalam hal ini. Pendapat pertama: orang kaya yang pandai bersyukur lebih utama. Pendapat kedua: orang miskin yang selalu bersabar lebih utama.</p>
<p>Di antara para ulama yang menyatakan bahwa orang miskin yang sabar lebih utama beralasan: orang miskin lebih cepat dihisab di akhirat nanti daripada orang kaya. Sedangkan ulama yang menyatakan bahwa orang kaya yang pandai bersyukur lebih utama beralasan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri selalu meminta pada Allah agar diberi sifat ghina (kaya, merasa cukup dari apa yang ada di hadapan manusia).</p>
<p><strong>Pendapat yang Lebih Tepat</strong></p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanyakan mengenai keutamaan suatu hal dari yang lainnya, di antaranya beliau ditanyakan mengenai manakah yang lebih utama antara orang kaya yang pandai bersyukur atau orang miskin yang selalu bersabar. Lalu beliau jawab dengan jawaban yang sangat memuaskan, &#8220;Yang paling afdhol (utama) di antara keduanya adalah yang paling bertaqwa kepada Allah Ta’ala. Jika orang kaya dan orang miskin tadi sama dalam taqwa, maka berarti mereka sama derajatnya.&#8221; (Badai’ul Fawaidh, 3/683). Itu pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Al Furqon hal. 67.</p>
<p>Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, &#8220;Menurut para peneliti dan ahli ilmu bahwa keutamaan di antara orang kaya dan orang miskin tidak kembali pada miskin atau pun kayanya. Namun itu semua kembali pada amalan, keadaan, dan hakikatnya. … Keutamaan di antara keduanya di sisi Allah dilihat dari ketakwan, hakikat iman, bukan dilihat dari miskin atau kayanya. Karena Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.&#8221;</em> (QS. Al Hujurat: 13)</p>
<p>Dalam ayat ini, Allah tidak mengatakan bahwa yang paling mulia adalah yang paling kaya di antara kalian atau yang paling miskin di antara kalian.&#8221; (Madarijus Salikin, 2/442)</p>
<p>Dalam shohih Bukhari dan Muslim, terdapat riwayat dari Abu Hurairah,</p>
<p>Ada yang mengatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, <em>&#8220;Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling mulia?&#8221;</em> Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, <em>&#8220;Yang paling bertakwa.&#8221;</em></p>
<p>Kemudian mereka yang bertanya tadi berkata, <em>&#8220;Bukan itu yang kami tanyakan.&#8221;</em> Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, <em>&#8220;(Yang paling mulia adalah) Yusuf, Nabi Allah. Dia anak dari Nabi Allah (Ya’qub). Dia cucu dari Nabi Allah (Ishaq). Dan dia adalah keturunan kekasih Allah (Ibrahim).&#8221;</em></p>
<p>Kemudian mereka yang bertanya tadi berkata, <em>&#8220;Bukan itu yang kami tanyakan.&#8221;</em> Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, <em>&#8220;Apakah mengenai barang tambang Arab yang kalian tanyakan? (Manusia adalah barang tambang), yang paling baik di antara mereka di masa Jahiliyah adalah yang paling baik di antara mereka di masa Islam, namun jika mereka memiliki ilmu.&#8221;</em></p>
<p>Semoga Allah memberi kita sifat taqwa, sifat ‘afaf (yang selalu menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik) dan memberikan kita sifat ghina (merasa cukup dari apa yang ada di hadapan manusia). Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.</p>
<p>[Tulisan ini terinspirasi dari pelajaran kitab Al Furqon baina Awliya’ir Rohman wa Awliya’isy Syaithon bersama Ustadz Aris Munandar, S.S., M.Ag. pada tanggal 10 Muharram 1430 H&gt;</p>
<p><em><span style="text-decoration:underline;">Rujukan:<br />
</span></em>1. Al Furqon Baina Awliya’ir Rohman wa Awliya’isy Syaithon, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Maktabah Ar Rusyd<br />
2. Badai’ul Fawaidh, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Asy Syamilah<br />
3. Madarijus Salikin, Ibnu Qoyyim Al Jauziyah, Asy Syamilah</p>
<p><em>Pangukan, Sleman, 11 Muharram 1430 H<br />
</em><br />
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya.</p>
<p><strong>Wallahu a’lam bish-shawab</strong></p>
<p><strong>                                                                                          </strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=203&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/09/13/orang-kaya-yang-pandai-bersyukur-ataukah-orang-miskin-yang-selalu-bersabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Pikiran</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/09/07/kekuatan-pikiran/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/09/07/kekuatan-pikiran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2009 17:09:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[
Dikisahkan, ada seorang ibu yang sangat menyayangi putra tunggalnya. Karena rasa kuatir yang sangat, ditambah maraknya berita penculikan di media massa, si ibu pun memberi nasihat kepada putranya, &#8220;Nak, kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumah ya. Karena saat gelap seperti itulah roh jahat mulai bermunculan. Ada yang disebut kuntilanak, genderuwo, dan lain-lain. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=197&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-198" title="FishJumpHand" src="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/09/wsb_397x289_fishjumphand.jpg?w=288&#038;h=197" alt="FishJumpHand" width="288" height="197" /></p>
<p>Dikisahkan, ada seorang ibu yang sangat menyayangi putra tunggalnya. Karena rasa kuatir yang sangat, ditambah maraknya berita penculikan di media massa, si ibu pun memberi nasihat kepada putranya, &#8220;Nak, kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumah ya. Karena saat gelap seperti itulah roh jahat mulai bermunculan. Ada yang disebut kuntilanak, genderuwo, dan lain-lain. Pokoknya mahkluk jelek, hitam, dan jahat. Maka belajar baik-baik di dalam rumah saja ya, terutama malam hari, oke?&#8221; sang anak, yang sedikit penakut, dengan senang hati mematuhi nasehat ibunya.</p>
<p>Setelah beranjak remaja, si anak tumbuh menjadi pemuda cilik yang penakut dan pengecut. Seringkali, ketakutannya yang berlebihan itu terbawa-bawa dalam mimpi. Tidak jarang, ketika tidur ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak histeris serta bersimbah peluh ketakutan. Kedua orangtuanya pun menjadi khawatir melihat perkembangan jiwa si anak. Berbagai nasehat bernada menghibur yang disampaikan si orangtua kepada anaknya tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan, kadang si anak justru merasa orangtuanya berusaha mencelakai dia.</p>
<p>Suatu hari, sang kakek mendengar kondisi cucunya tersebut. Maka, ia pun segera menyempatkan diri berkunjung ke rumah anaknya. Setelah memikirkan dengan seksama, suatu sore, si kakek mengajak cucunya berjalan-jalan ke pasar malam bersama-sama dengan beberapa orang tetangga dan teman si cucu. Sesampainya di pasar malam itu, mereka pun bersenang-senang. Sang cucu dan teman-temannya bermain dan melihat berbagai pertunjukkan hingga malam hari. Setelah puas dan lelah bermain, mereka pun berjalan kaki pulang ke rumah.</p>
<p>Tiba di rumah, si kakek meneruskan berbincang santai dengan cucunya. &#8220;Cucuku, terang dan gelap adalah sifat alam. Tidak ada hubungannya dengan roh gentayangan dan kejahatan. Sudah kita buktikan sendiri, kan? Bukankah sepanjang jalan dalam kegelapan tadi tidak ada satu pun roh jahat yang mengganggu? Ketahuilah, roh jahat hanya ada di pikiran kamu sendiri. Usir dia dari pikiranmu, maka tidak akan ada yang namanya roh jahat di muka bumi ini. Kakek yang sudah setua ini telah membuktikan sendiri. Ketakutan hanya ada di pikiran kita. Gunakan pikiranmu untuk hal-hal yang baik, maka engkau akan membuat segalanya menjadi baik, indah, dan membahagiakan.&#8221;</p>
<p>Demikianlah, berkat kata-kata bijak dari si kakek, lewat proses waktu, akhirnya si cucu mampu mengubah mindset dan memiliki kesehatan mentalitas yang positif. Ia pun tumbuh jadi pemuda yang pemberani.</p>
<p>Mendidik anak dengan nada ancaman atau dengan menakutinya, walaupun untuk tujuan yang baik, bisa berdampak buruk dan merusak kesehatan mental, bila tidak disertai dengan pengertian benar!</p>
<p>Hukum pikiran bersifat universal dan berlaku untuk siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa, yakni you are what you think, Anda adalah apa yang Anda pikirkan! Maka, apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. You are what you believe, Anda adalah apa yang Anda percayai!</p>
<p>Karena itu, kalau yang kita tanamkan ke dalam pikiran kita setiap hari adalah hal-hal yang negatif, dampaknya akan destruktif atau merusak. Sebaliknya, kalau baik dan positif sifatnya, tentu dampak dalam kehidupan kita akan menjadi positif dan konstruktif.</p>
<p><em>( Sumber : </em><a href="http://www.andriewongso.com"><em>andriewongso.com</em></a><em> )</em></p>
<p><em>                                                                               </em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=197&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/09/07/kekuatan-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/09/wsb_397x289_fishjumphand.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FishJumpHand</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai Pengapuran pada Sendi</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/08/18/waspadai-pengapuran-pada-sendi/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/08/18/waspadai-pengapuran-pada-sendi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 16:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Jika jari terasa pegal, paling enak memang menarik jari-jari hingga berbunyi gemeretuk. Begitupun ketika pinggang terasa pegal, langsung memutir tubuh hingga bunyi gemeretuk. Setelah itu, pegal rasanya hilang seketika. Tetapi benarkah demikian?
Karena menurut dokter spesialis tulang (orthopedik) RS Siaga, dr Lukman Shebubakar, jari-jari atau sendi kaki yang suka mengeluarkan bunyi gemeretuk merupakan pertanda bahwa seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=193&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-194" title="gear" src="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/08/1gear1.gif?w=99&#038;h=89" alt="gear" width="99" height="89" />Jika jari terasa pegal, paling enak memang menarik jari-jari hingga berbunyi gemeretuk. Begitupun ketika pinggang terasa pegal, langsung memutir tubuh hingga bunyi gemeretuk. Setelah itu, pegal rasanya hilang seketika. Tetapi benarkah demikian?</p>
<p>Karena menurut dokter spesialis tulang (orthopedik) RS Siaga, dr Lukman Shebubakar, jari-jari atau sendi kaki yang suka mengeluarkan bunyi gemeretuk merupakan pertanda bahwa seseorang menderita pengapuran pada sendi atau osteoarhritis.</p>
<p>&#8220;Berbeda dengan osteoporosis yang berarti pengapuran pada tulang, maka osteoarhritis adalah pengapuran pada sendi,&#8221; kata dr Lukman Shebubakar dalam sebuah seminar tentang osteoarhritis, di Jakarta, belum lama ini.<br />
Dijelaskan, tubuh manusia terdiri atas 206 tulang dan 230 sendi. Osteoartritis adalah suatu penyakit sendi menahun yang ditandai dengan adanya kemunduran pada tulang rawan sendi dan tulang di dekatnya, yang bisa menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan.</p>
<p>&#8220;Pengapuran sendi pasti akan dirasakan setiap orang, terutama oleh orang yang sudah berusia lebih dari 40 tahun. Akan tetapi, hal itu dapat terjadi lebih dini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Osteoarhritis bisa dialami orang dewasa yang pernah mengalami kecelakaan, infeksi pada sendi, atau bisa juga pada bayi yang mengalami kelainan bawaan.<br />
&#8220;Osteoarhritis bisa terjadi hampir pada semua sendi. Biasanya terjadi pada sendi yang biasa menahan beban berat dan juga pada sendi yang sering digunakan, misalnya lutut, pinggul, punggung atau tulang belakang, tangan, dan kaki,&#8221; tuturnya.<br />
Gejala yang ditimbulkan dari osteoarhritis datang secara bertahap. Biasanya diawali dari satu sendi, adanya nyeri sendi, kesulitan naik dan turun tangga, sulit berdiri setelah lama duduk atau jongkok.</p>
<p>Orang-orang yang rentan dan berisiko tinggi terkena penyakit itu adalah orang yang pekerjaannya menimbulkan penekanan berulang pada sendi. &#8220;Penyakit yang timbul jika terjadi pengapuran pada sendi bisa sampai mengakibatkan berubahnya bentuk sendi,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Mengapa terjadi pengapuran?</p>
<p>Dr Lukman menjelaskan, sendi lutut merupakan sendi dengan beban kerja yang cukup berat. Saat berdiri tegak, sendi itu dalam posisi mengunci agar posisi tubuh stabil. Sedangkan saat berjalan, sendi ini berperan laiknya engsel, sehingga gerakan kaki menjadi fleksibel.</p>
<p>&#8220;Saat kita berlari, atau berolahraga, sendi harus dapat menahan beban putaran dan daya saat kaki menekuk, melompat atau saat berlari. Hal itu menunjukkan bahwa sendi lutut memegang peranan penting dalam setiap posisi atau gerakan tubuh,&#8221; katanya.</p>
<p>Dijelaskan, dalam sendi lutut, terdapat tiga komponen tulang. Ujung tulang paha (femur), tulang tungkai bawah (tibia) dan tulang lutut (patella). Pada bagian ujung dari tulang, terdapat komponen yang disebut dengan tulang rawan.<br />
Tulang rawan berperan melapisi ujung tulang di persendian. Dengan adanya tulang rawan, ketiga tulang tersebut bertemu, namun tidak terjadi gesekan, dan gerakan sendi menjadi mulus.</p>
<p>&#8220;Sesuai perjalanan usia, pada orang tua akan terjadi kerusakan pada tulang rawan (kartilago) sendi. Selain faktor usia, ada juga faktor lain yang dapat mempercepat proses kerusakan. Misalnya saja infeksi, trauma, aktivitas yang tinggi atau berat badan berlebih,&#8221; katanya.</p>
<p>Jika terjadi kerusakan, maka tulang rawan menjadi tipis dan permukaannya tidak rata. Akibatnya terjadi gesekan diantara tulang, menimbulkan nyeri. Selain itu pengapuran sendi lutut, juga dapat disebabkan oleh bentuk sendi yang tidak normal.<br />
Ia menyebutkan tindakan menekuk keluar (valgus), atau menekuk ke dalam (varus). Kondisi ini mengakibatkan beban tubuh tidak lagi berada pada tempat yang ideal, melainkan bergeser ke arah luar atau ke dalam. Bagian yang mengalami beban berat akan lebih cepat mengalami pengapuran dibanding bagian yang tidak mendapat beban.</p>
<p>Kerusakan pada tulang rawan mengakibatkan gerakan tidak lagi mulus. Ujung-ujung tulang bertemu dan bergesekan satu sama lain. Kerusakan tulang rawan merangsang pertumbuhan tulang baru di dalam sendi, dikenal dengan osteofit. Dengan adanya osteofit, nyeri bertambah parah, dan tentu saja aktivitas terganggu.<br />
Perlu diketahui bahwa selama ini ada di kalangan kalangan awam yang salah mengartikan pengapuran dengan osteoporosis. Osteoporosis merupakan pengeroposan tulang, sedangkan osteartritis adalah kerusakan pada tulang rawan sendi (kartilago).</p>
<p>Untuk menentukan ada tidaknya pengapuran pada sendi, selain melakukan pemeriksaan fisik, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang. Misalnya saja melakukan foto rontgen. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui kondisi sendi lutut dan memperkirakan derajat kerusakan.</p>
<p>Jika dicurigai adanya masalah pada jaringan lunak, semisal pada ligamen (urat) atau pada tendon di daerah sendi lutut, maka akan dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI).</p>
<p>Pemeriksaan itu dapat menemukan adannya robekan, atau penyakit lain, pada jaringan lunak di daerah lutut semisal otot, tendon atau ligamen. Penyebab kerusakan beragam diantaranya trauma atau infeksi.</p>
<p>Tentang pengobatan, dr Lukman menyebutkan ada beberapa lini terapi yang digunakan untuk mengatasi pengapuran pada sendi lutut. Tahap awal biasanya diberikan obat penghilang rasa nyeri. Obat Anti Inflamasi Non Steroid (AINS), seminal asam mefenamat,ibuprofen, piroksikam dapat digunakan.</p>
<p>&#8220;Efek samping obat jenis ini, terjadi gangguan lambung. Selain itu minum, dapat diberikan anti nyeri yang dioleskan langsung ke kulit. Berbentuk jel atau spray disemprotkan langsung di daerah kulit sekitar lutut,&#8221; katanya.</p>
<p>Jenis AINS yang terbaru dikenal dengan COX-2 inhibitor. Efek samping obat ini terhadap saluran cerna lebih kecil disbanding dengan obat AINS biasa. Belakangan diketahui bahwa obat ini menimbulkan risiko jantung dan stroke. Sehingga penggunaanya pada penderita yang memiliki serangan jantung atau stroke perlu diwaspadai.</p>
<p>Jika pengobatan kurang mendapatkan hasil, dianjurkan bagi penderita untuk melakukan fisioterapi. Latihan dapat dilakukan dengan bantuan ahli fisioterapi,untuk mendapatkan gerak yang normal pada lutut, dan menghilangkan nyeri. Latihan yang dapat meningkatkan kemampuan otot di sekitar lutut, sehingga lebih stabil dan posisi tubuh seimbang.</p>
<p>Terapi lain adalah dengan menyuntikan langsung obat ke sendi lutut untuk menghilangkan rasa nyeri. Efek terapi dapat bertahan hingga beberapa bulan. Dokter akan mempertimbangkan masak-masak sebelum melakukan tindakan ini, karena jika terlalu sering malah mengakibatkan kerusakan tulang rawan sendi.<br />
Operasi yang dilakukan bisa melalui operasi arthroscopy, osteotomy, arthtoplasty, dan arthrodesis. &#8220;Selain operasi, terdapat cara penyembuhan lain yaitu dengan fisioterapi, atau program latihan lain. Selain itu dukungan psikososial sangat perlu, bahkan dengan cara yang sederhana, yaitu dengan cara mengonsumsi vitamin glukosomin, atau dengan olahraga yang tepat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ditambahkan, selain itu pentingnya seseorang mempertimbangkan kegiatan dengan kekuatan sendi yang sesuai dengan umur.</p>
<p>&#8220;Untuk orang yang mengalami obesitas atau kegemukan, maka makanan yang dikonsumsi harus dijaga karena orang yang obesitas cenderung terkena penyakit ini,&#8221; terangnya.</p>
<p><em>(Sumber: dechacare.com)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=193&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/08/18/waspadai-pengapuran-pada-sendi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/08/1gear1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">gear</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Facebook &amp; Manusia Produktif</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/08/09/antara-facebook-manusia-produktif/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/08/09/antara-facebook-manusia-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2009 16:07:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[( Tulisan Yesi Elsandra di dakwatuna.com, menarik ulasannya, terima kasih telah membantu mengingatkan&#8230; )
Kecanggihan teknologi informasi khususnya internet telah membawa kemajuan yang sangat pesat di seluruh aspek kehidupan. Berapa banyak kawan lama yang kembali bersilaturahim berkat situs jejaring rekaan Mark Zuckerberg bernama Facebook. Berapa banyak bisnis berjalan mulus dan berkembang berkat distribusi dan jaringan melalui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=190&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>( Tulisan Yesi Elsandra di dakwatuna.com, menarik ulasannya, terima kasih telah membantu mengingatkan&#8230; )</em></p>
<p>Kecanggihan teknologi informasi khususnya internet telah membawa kemajuan yang sangat pesat di seluruh aspek kehidupan. Berapa banyak kawan lama yang kembali bersilaturahim berkat situs jejaring rekaan Mark Zuckerberg bernama Facebook. Berapa banyak bisnis berjalan mulus dan berkembang berkat distribusi dan jaringan melalui internet. Berapa pula banyak orang yang menjadi religius berkat siraman rohani dari berbagai situs dakwah yang bertebaran di dunia maya.</p>
<p>Namun dibalik manfaat kecanggihan internet itu tidak sedikit pula mudharat yang bakal menimpa penggunanya. Edward Richardson, pria asal London, Inggris tega membunuh mantan istrinya. Penyebabnya hal sepele, yakni setelah mengetahui kalau mantan istrinya tersebut telah mengubah status ’single’ di Facebooknya. Tidak sedikit juga pengguna internet menjadi tidak produktif karena waktunya habis terbuang hanya untuk memperhatikan perkembangan Facebooknya.</p>
<p>Jika Facebook dan produk internet lainnya telah melalaikan dan menurunkan produktivitas kita sebagai seorang muslim itu tandanya kita harus waspada. Islam –dengan ke-syumul-annya– menawarkan konsep “manusia produktif” kepada setiap orang sekaligus mengantarkan mereka menembus nilai-nilai ilahiyyah yang sering tertutup oleh tabir kegelapan jahiliyyah. Sekurang-kurangnya ada empat prinsip yang diutarakan sebagai konsep Islam dalam membina manusia menjadi muslim produktif, duniawi dan ukhrawi.</p>
<p><strong>Yang pertama</strong>, mengubah paradigma hidup dan ibadah. Dalam Islam, hidup bukanlah menuju kematian, akan tetapi menuju kehidupan yang abadi. Hidup merupakan ladang yang akan dituai hasilnya di kehidupan abadi nanti. Sehingga hidup ini merupakan durasi penyeleksian manusia dari amalan-amalannya, dari produktivitasnya di pentas dunia. Mana di antara mereka yang tingkat produktivitasnya tinggi dan mana yang tidak. Allah swt berfirman, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS 51:56)</p>
<p>Apabila paradigma (cara pandang) terhadap Facebook dan produk internet lainnya sebagai sarana atau media yang memberikan kemudahan kepada kita untuk beribadah kepada Allah SWT maka peningkatan produktivitas kita akan mengalami lonjakan kenaikan yang tinggi karena media itu telah memberi banyak manfaat kepada kita, bukan menjadi sarana yang menjerumuskan kita kepada kesia-siaan, waktu yang terbuang dan berbagai kemudharatan lainnya.</p>
<p><strong>Yang kedua</strong>, memelihara kunci produktivitas, yaitu hati. Rasulullah saw bersabda: “Ingatlah dalam diri manusia ada segumpal daging, apabila daging itu baik maka akan baiklah seluruh jasadnya. Dan apabila daging itu rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, itu tidak lain adalah hati”.</p>
<p>Hati merupakan “ruh” bagi semua potensi yang kita miliki. Jika hati kita bersih pikiran dan tenaga tidak akan tercurahkan serta tersalurkan hanya untuk melihat foto-foto orang lain, atau membaca komentar-komentar orang lain di Facebook. Jika hati kita bersih kita juga tidak akan berbuat iseng kepada orang lain dengan mengambil gambar orang lain untuk keperluan yang tidak bermanfaat.</p>
<p>Hati yang terpelihara dan terlindungi akan memancarkan energi yang mendorong manusia untuk beramal lebih banyak dan lebih berkualitas lagi. Produktivitasnya akan terjaga bahkan akan terus bertambah sedikit demi sedikit. Dan tidak hanya itu, ‘amaliyah-nya (produktivitas) pun akan mempunyai nilai yang abadi. Nilai ini adalah nilai keikhlasan yang jauh dari kepentingan-kepentingan pribadi dan duniawi.</p>
<p><strong>Yang ketiga</strong>, bergerak dari sekarang. Seorang sahabat pernah berkata: “Jika engkau di pagi hari maka janganlah menunggu nanti sore, dan jika engkau di sore hari maka janganlah menunggu waktu besok”. Prinsip “bergerak dari sekarang” ini menunjukkan suatu etos kerja yang tinggi dan hamasah (semangat) beramal yang menggebu-gebu. Seorang muslim sangatlah tidak pantas jika menunda-nunda suatu amal, karena waktu dalam pandangan Islam sangatlah mahal (oleh karena itu, dalam Al-Qur’an Allah swt banyak bersumpah dengan waktu), Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna mengatakan bahwa “waktu adalah kehidupan” .</p>
<p>Dari prinsip ini, akan terlahir sosok-sosok manusia ‘amali. Manusia yang senantiasa menghiasi waktunya dengan produktivitas tinggi akan menjauhi hal-hal yang akan mengantarkannya kepada suatu yang sia-sia dan tak berguna. Apalagi menyibukkan waktunya untuk chatting yang tidak bermanfaat sampai melalaikan waktu shalat. Sosok muslim yang ideal telah digambarkan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya, ia berkata: “Di antara tanda bagusnya Islam seseorang, ia senantiasa meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi dirinya”.</p>
<p><strong>Yang keempat</strong>, kontinuitas dalam beramal. Dalam Islam, masa produktif ialah sepanjang hayat, selama ia masih menghirup kehidupan, maka ia dituntut untuk terus beramal dan menjaga produktivitasnya, walaupun amalan itu dilakukan sedikit demi sedikit.</p>
<p>Dengan prinsip kontinuitas ini, maka Islam dapat menjaga kestabilan produktivitas seorang muslim. Islam tidak membiarkan seorang muslim beramal “besar” kemudian setelah itu padam dan surut kembali. Dorongan kontinyu (dawam) dalam beramal dengan bentuk ahabul a’mali ilallah (yang paling disukai oleh Allah) merupakan dorongan terbesar bagi setiap muslim untuk senantiasa terus produktif dan menjaga produktivitasnya.</p>
<p>Seharusnya kita dapat menjadikan Facebook dan media internet lainnya sebagai sarana untuk menyebarkan fikrah Islamiyah yang bersih. Satu saja orang bisa tersentuh cahaya Allah melalui tangan kita tentu akan melapangkan jalan kita ke surga.</p>
<p>Dunia dan segala apa yang ada di dalamnya hanyalah sarana yang akan menghantarkan kita pada perjumpaan dengan yang Maha Pencipta. Jangan terlalu dicinta yang membuat waktu kita habis bersamanya. Amatlah merugi jika sarana itu justru menghantarkan kita kepada kehinaan di neraka jahanam. Sebagai seorang muslim kita memahami bahwa hidup ini hanya sekali. Hiasilah ia dengan sikap produktif, kreatif, inovatif dan prostatic. Semoga kita semua menjadi manusia yang beruntung. Amin…</p>
<p>&#8216;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=190&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/08/09/antara-facebook-manusia-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengalah untuk Menang</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/08/04/mengalah-untuk-menang/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/08/04/mengalah-untuk-menang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 14:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria yang hidup di suatu kota kecil mempunyai kebun dan taman yang indah dibelakang rumahnya.
Tetapi tetangganya , memelihara sekawanan ayam yang sering dengan mudah menemukan jalan masuk melalui lubang – lubang pada pagar untuk melahap tanaman dan merusak taman tersebut.
Pemilik kebun itu berpikir bagaimana ia dapat memecahkan masalah ini sambil tetap menjaga hubungan damai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=186&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div><img class="alignleft size-full wp-image-187" title="telur" src="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/08/telur.jpg?w=137&#038;h=103" alt="telur" width="137" height="103" />Seorang pria yang hidup di suatu kota kecil mempunyai kebun dan taman yang indah dibelakang rumahnya.</p>
<p>Tetapi tetangganya , memelihara sekawanan ayam yang sering dengan mudah menemukan jalan masuk melalui lubang – lubang pada pagar untuk melahap tanaman dan merusak taman tersebut.</p>
<p>Pemilik kebun itu berpikir bagaimana ia dapat memecahkan masalah ini sambil tetap menjaga hubungan damai dengan tetangganya , sementara ia sudah lelah memperbaiki pagar kebun yang dirusak.</p>
<p>Maka ia menemukan suatu gagasan yang cemerlang.<br />
Ia pergi ke toko grosir dan memebeli beberapa butir telur ayam.</p>
<p>Sore itu juga ia mengantar dua butir telur ke tetangganya dan berkata : ” Ayam – ayam mu bertelur di kebunku , tetapi saya tidak mau mengambil apa yang bukan milikku. Maka saya memberikan telur – telur ini kepadamu ”.</p>
<p>Hari berikutnya pemilik ayam itu dengan tekun memperbaiki lubang – lubang pada pagar tersebut , dan tidak pernah terjadi pertengkaran di antara mereka.</p></div>
<div><em>Sumber: tulisan Djodi Ismanto</em></div>
<div>                                                                         </div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=186&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/08/04/mengalah-untuk-menang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/08/telur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">telur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kresna Dibalik Keadilan yang Kontroversif</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/07/20/kresna-dibalik-keadilan-yang-kontroversif/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/07/20/kresna-dibalik-keadilan-yang-kontroversif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 11:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[
Perang besar Baratayudha telah berlangsung dengan serunya. Tidak sedikit prajurit dari kedua belah pihak yang gugur membela masing-masing pihaknya. Peraturan yang adil tetapi ketat diterapkan berdasarkan persetujuan kedua belah pihak. bertindak sebagai pengatur laku sekaligus hakim perang adalah Kresna yang tidak segan-segan memberi peringatan kepada pelanggar tanpa pilih bulu siapun orangnya dan dari golongan mana.
Dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=182&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div><img class="alignleft size-medium wp-image-183" title="kresna" src="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/07/kresna.jpg?w=175&#038;h=300" alt="kresna" width="175" height="300" /></div>
<div>Perang besar Baratayudha telah berlangsung dengan serunya. Tidak sedikit prajurit dari kedua belah pihak yang gugur membela masing-masing pihaknya. Peraturan yang adil tetapi ketat diterapkan berdasarkan persetujuan kedua belah pihak. bertindak sebagai pengatur laku sekaligus hakim perang adalah Kresna yang tidak segan-segan memberi peringatan kepada pelanggar tanpa pilih bulu siapun orangnya dan dari golongan mana.</p>
<p>Dalam perang itu Kresna bertindak seblaku penasehat perang Pandawa setelah melalui referendum. Sebelumnya ia diminta kaum Kurawa untuk menjadu penasehat di pihaknya tetapi sebenarnya akan dimanfaatkan kesaktiannya untuk memukul hancur kaum Pandawa. Tetapi niat licik itu telah terbaca dan Kresna tetapi pada pendiriannya hanya bersedia menjadi penasehat tanpa terilbat secara fisik dalam perang, hinggu akhirnya Kurawa menarik kembali permintaanya. Sebalikany Pandawa lebih tanggap bahwa justru petunjuk itu yang lebih berharga, karena Kresna adalah seorang ahli strategi dan mampu mengantisipasi situasi kritis yang dihadapi sedangkan Kurawa mendapat pakar-pakar perang seperti Bisma, Dorna, diperkuat Prabu Salya yang dapat mendatangkan ribuan bala tentara dengan Aji Chandra Birwayanya.</p>
<p>Tindakan tegas kresna dalam mengawal jalannya perang dibuktikan ketika menyaksikan Arya Bisma perang secara mem**** buta membantai bala tentara Pandawa hingga banyak menimbulkan korban. Dengan lantang ia mencaci: &#8220;hei Bisma, ternyata engkau ksatria yang tidak tahu atuan perang, mem**** buta membantai prajurit yang bukan tandinganmu. Tidakkah lebih pantas engkau bertanding dengan sesama satria. Aku tahu kau sukar dilawan dewa maupun manusia. Sekarang ayo lawan aku. Keluarkan semua kepandaian dan senjata andalanmu, ayo maju,&#8221; tantangnya penuh emosi. Bisma kget lalu tergopoh-gopoh turun dari keretanya menghampiri Kresna seraya memberi hormat dan berucap: &#8220;Duh Sang Kesawa, hamba mengaku salah bertanding tanpa pilih lawan.</p>
<p>Karena itu hukumlah hamba. Mati ditangan awatara Wisnu amat membahagiakan. Lepaskan senjata pusaka paduka bagi kematian hamba,&#8221; ujarnya pasrah. Di saat situasi menegangkan datanglah Arjuna merangkul kaki Kresna seraya memohon agar Kresna menepati janji untuk tidak terlibat langsung dalam perang. Akhirnya Kresna sadar dan berlalu. Begitulah kresna mengawasi jalannya perang dengan tindak tegas tanpa pilih bulu.</p>
<p>Tetapi pada bagian lain keadilan yang dilakukan menimbulkan masalah ketika Antareja putra Bima dari Saptapertala datang ingin bakti diri serah nyawa membantu Pandawa melawan Kurawa. Tentu saja kehadirannya seharusnya diterima dengan senang hati karena akan menambah kekuatan di kubu Pandawa. Tetapi tidak demikian, Kresna mempunyai catatan matinya seseorang dalam perang, termasuk Baladewa, saudara yang sangat dihormati justru akan mati di tangan si anak Bima itu. Tentu saja hal itu membuat resah hatinya dan berniat untuk mencari jalan keluarnya. Dasar Kresna berpikiran cerdas pandai mengantisipasi situasi kritis yang dihadapi, manakala ia mengetahui bahwa Antareja memiliki senjata berupa Taring yang amat berbahaya yang tidak boleh dalam perang. Janganpun terkena taringnya, terlanggar bayangnya saja orang bisa mati seketika. Maka entah apa yang terjadi apabila putra Bima itu dibiarkan terjun dalam perang. Jelas, Kurawa akan hancur sebelum waktunya. Bagaimanapun, ini bertentangan dengan perikeadilan.</p>
<p>Untuk mencegah Antareja terjun dalam kancah peperangan, tidak ada pilihan lain kecuali nyawanya harus dikorbankan dengan cara halus. Maka dengan pura-pura memuji keampuhan senjati taringnya, Kresna minta Antareja memperlihatkan senjata itu kepada ayahnya. Dengan bergengsot ia menyerahkan senjata itu kepada ayahnya. tetapi baru saja senjata itu berada di tangan Bima, Kresna membaca aji &#8220;Pelumpuhan&#8221; hingga tangan Bima mendadak lemas dan terjatuhlah senjata yang mematikan itu menimpa tubuh anaknya hingga tewas seketika. Mengkaji tindakan Kresna ditinjau dari satu sisi, matinya cucu Hyang antaboga itu merupakan pengorbanan suci demi tegaknya keadilan sehingga kaum Kurawa akan terhindar dari kehancuran yang tidak semestinya.</p>
<p><strong>Hukum keadilan tidak berarti salah satu pihak yang sedang perang tidak harus lebih cepat mengalami kekalahan, tetapi juga tidak dibenarkan pihak yang akan unggul harus lebih awal meraih kemenangan.</strong> Akan tetapi ditinjau dari sisi lain, tindakan Kresna itu jelas merupakan pembunuhan yang direncanakan secara halus, bahkan tidak berperikemanusian karena matinya Antareja meminjam tangan ayahnya sendiri, selain memanipulasi matinya Baladewa oleh Antareja. Secara hukum, setiap perbuatan menghilangkan nyawa seseorang, meski hal itu berdalih demi keadilan, tetap harus mendapat hukuman.</p>
<p>Walaupun kedudukan Kresna sebagai pengatur jalannya perang dan pengendali keadilan, tidak berarti dirinya kebal terhadap hukum keadilan itu sendiri. Maka dalam kisah Baratayudha, hukuman terhadap Kresna pun berlaku, karena kutukan Dewi Anggandari (ibunya Kurawa) yang menuduh Kresna telah mengadu domba Kurawa dan Pandawa hingga kedua golongan yang masih bersaudara itu ludas. Hukuman itu akan terbukti dimana kelak leluhur dan keturunannya akan saling membunuh hingga ludas dan tak bersisa.</p>
<p>Dua belas tahun (menurut Mahabarata 35 tahun) telah berlalu setelah perang usai dengan Pandawa sebagai pemenangnya. Ini berarti tugas Wisnu akan segera berakhir dan kematian Kresna pun akan segera tiba. Ketika itu Kresna sedang beristirahat sambil bersemedi di semak belukar di dalam hutan. Sementara itu Ki Daruka (nama lain, Ki Jara) yang sedang menunggu tuannya datang ketempat itu. Tiba-tiba ia melihat sesuatu yang bergerak-gerak di dalam semak, penglihatannya seperti seekor rusa. Tak ayal lagi kusir yang gemar berburu itu melepas senjata panahnya dan tepat mengenai dada Kresna hingga roboh. Sang kusir kaget dan mohon ampun telah salah penglihatan, tetapi Kresna malah berterima kasih karena dengan demikian telah memberi &#8220;jalan&#8221; bagi sang Wisnu untuk kembali ke tempat asalnya.</p>
<p>Sementara itu di angkasa terdengar suara gemuruh para dewa dan bidadari menyambut yang akan kembali. Kendaraan Wisnu, Garuda Kencana, telah tiba dan keluarnya Wisnu dari tubuh Kresna. Yang tinggal hanya raga tak berdaya. Gagah sakti punjul agung telah sirna. <strong>Kresna seorang besar dan berwibawa dengan sejuta kesaktian bukan mati di tangan seorang raja bukan pula oleh seorang ksatria, tetapi ia mati hanya oleh seorang rakyat kecil berpangkat kusir.</strong> Di mata Tuhan semua makhluk adalah &#8220;sama&#8221; tanpa mengenal tinggi rendahnya martabat atau golongan.</div>
<div>                                                                   </div>
<div><em>(Sumber: anonymous)</em></div>
<div>                                                                                                  </div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=182&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/07/20/kresna-dibalik-keadilan-yang-kontroversif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tintabiru.files.wordpress.com/2009/07/kresna.jpg?w=175" medium="image">
			<media:title type="html">kresna</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pohon Tua&#8230;</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2009/07/05/pohon-tua/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2009/07/05/pohon-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 15:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tintabiru.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.
Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=179&subd=tintabiru&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.</p>
<p>Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang.</p>
<p>Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah,dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. &#8220;Pohon yang sangat berguna,&#8221;begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.</p>
<p>Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.</p>
<p>Sang pohon pun bersedih.<br />
&#8220;Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?&#8221; begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan.</p>
<p>&#8220;Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.</p>
<p>Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hinggapada saat pagi menjelang.</p>
<p>&#8220;Cittt&#8230;cericirit&#8230;cittt&#8221; Ah suara apa itu? Ternyata, .ada seekor anak burungyang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya.&#8221;Cittt&#8230;cericirit&#8230;cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anakburung yang baru lahir. Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu&#8230;dua&#8230;tiga&#8230;dan empat anak burung lahir ke dunia.&#8221;Ah, doaku di jawab-Nya,&#8221; begitu seru sang pohon.</p>
<p>Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya.Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. &#8220;Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini&#8221;, gumam sang pohon dengan berbinar.</p>
<p>Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.</p>
<p>Dear friends , begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana?<br />
Allah SWT memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita.<br />
Allah, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita.</p>
<p>Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun, yakinlah,Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita.Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah.</p>
<p>Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia.Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.</p>
<p>Jadi , yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.</p></div>
<div>                                    </div>
<div><em>(Sumber: tulisan Djodi Ismanto)</em></div>
<div>                                                                               </div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&blog=1279652&post=179&subd=tintabiru&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2009/07/05/pohon-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>