<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Watulunyu</title>
	<atom:link href="http://tintabiru.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tintabiru.wordpress.com</link>
	<description>curahan hati buat istriku tercinta... (salah satu cara untuk menjaga rasa cinta, mencoba untuk setia)</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 07:53:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tintabiru.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Watulunyu</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tintabiru.wordpress.com/osd.xml" title="Watulunyu" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tintabiru.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membina Remaja Muslim</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/29/membina-remaja-muslim/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/29/membina-remaja-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 07:52:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[( Sumber: Lutfi Fauzan Blog&#8217;s ) Anak merupakan amanah Allah bagi orang tuanya, dengan tugas dan tanggung jawab yang dilekatkan untuk mengasuh dan mendidik mereka. Bagaimana orang tua menerapkan cara pengasuhan dan pendidikan menentukan akan menjadi bagaimanakah nantinya anak tersebut. Al-Quran menyebut adanya anak yang: (1) menjadi musuh (aduwwun) bagi orang tuanya; (2) anak yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=423&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>( Sumber: Lutfi Fauzan Blog&#8217;s )</p>
<p>Anak merupakan amanah Allah bagi orang tuanya, dengan tugas dan tanggung jawab yang dilekatkan untuk mengasuh dan mendidik mereka. Bagaimana orang tua menerapkan cara pengasuhan dan pendidikan menentukan akan menjadi bagaimanakah nantinya anak tersebut. Al-Quran menyebut adanya anak yang: (1) menjadi musuh (aduwwun) bagi orang tuanya; (2) anak yang menjadi fitnah (fitnatun) bagi orang tuanya; (3) sebagai hiasan atau kesenangan duniawi (zinatul hayatid dunya); (4) cindera mata hati (qurrata a’yun) karena ia merupakan ladang amal bagi orang tuanya.<br />
Begitu besar peran orang tua untuk menyelamatkan ataupun menggelincirkan anaknya diisyaratkan dalam hadits Rasulullaw saw, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah (membawa benih iman), maka orang tuanyalah yang menjadikan mereka yahudi, nasrani, ataupun majusi” — Fithrah mengandung arti membawa benih iman diperkuat dengan hadits qudsi yang menyatakan, “dan sesungguhnya Aku ciptakan manusia itu semuanya dalam keadaan hanif (lurus, condong pada kebenaran).</p>
<p>Tugas Mendidik Anak<br />
Menurut ilmu bahasa, pendidikan (tarbiyah) berasal dari kata rabba, artinya memperbaiki sesuatu dan meluruskannya. Kata rabbun sendiri dalam dalam kalimat Rabbul Alamin berarti Pencipta, Pendidik, Pengasuh, Pemelihara (Yang Memperbaiki). Pengarang tafsir Al Baidhawi dalam menafsirkan Ar-rabb merupakan masdar (sebut-an) yang bermakna tarbiyah, yaitu menyampaikan sesuatu sampai menuju titik kesempurnaan sedikit demi sedikit.”<br />
Dari antara sejumlah simpulan pengertian tarbiyah menurut ulama yang dapat kita jumpai adalah:</p>
<p>1. Tarbiyah berarti menyampaikan sesuatu untuk mencapai kesempurnaan.<br />
2. Tarbiyah adalah menentukan tujuan melalui persiapan sesuai batas kemampuan untuk mencapai kesempurnaan.<br />
3. Tarbiyah adalah sesuatu yang dilakukan secara bertahap dan sedikit demi sedikit oleh seorang pendidik (murabbi).<br />
4. Tarbiyah dilakukan secara berkesinambungan. Artinya tahapannya sejalan dengan kehidupan, tidak berhenti pada batas tertentu, terhitung dari buaian sam¬pai liang lahat.<br />
5. Tarbiyah adalah tujuan terpenting dalam kehidupan, baik secara individu maupun keseluruhan.<br />
Mendidik bukan hanya tugas kalangan ahli pendidikan (dalam pengertian guru atau ustadz), tetapi setiap kita adalah pendidik. Demikian itu karena Allah telah menempelkan bakat mendidik itu pada setiap orang, dan pendidikan merupakan bagian dari sifat Allah yang dipercikkan kepada manusia untuk dikembangkan dalam melaksanakan tugas kekhalifahannya, utamanya dalam mendidik putra dan putrinya. Allah menegaskan di dalam Al-Quran, yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jaga-peliharalah dirimu dan keluargamu dari kebinasaan (api neraka)…” (QS.66: 6). Selanjutnya dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullaw saw bersabda, yang artinya: “Urus dan lazimkan anak-anakmu dengan adab yang baik”. Pada hadits yang lain dinyatakan, “Tolonglah anak-anakmu untuk berbuat kebajikan” (H.R. Thabrani). Dan untuk memberikan semangat kepada orang tua dalam mendidik putra-putrunya, Rasulullah saw menegaskan, “Tidak ada pemberian orang tua yang lebih utama terhadap anak-anaknya daripada pendidikan yang baik”.</p>
<p>Sifat-Sifat Remaja<br />
Mendidik anak, utamanya ketika memasuki masa remaja, yang merupakan masa peralihan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Masa remaja yang ditandai dengan kematangan fisik dan seksual, perubahan naluri, pemikiran dan pola hubungan sosial, secara syar’i mereka telah mencapai usia bulugh (baligh). Masa tersebut dimulai pada usia 11 atau 12 untuk wanita, 13 sampai 15 untuk pria, dan biasanya diakhiri pada usia 21 atau 22 tahun. Pada masa ini anak memerlukan perhatian yang lebih serius. Hal ini disebabkan anak usia remaja yang mengalami berbagai perubahan dalam berbagai segi kepribadian-nya belum cukup memiliki pengalaman sekaligus sering diperlakukan secara mendua sehingga menimbulkan berbagai permasalahan bagi diri dan lingkungannya. Para orang tua dan pendidik hendaknya mampu memahami dan menyikapi perubahan tersebut Selain itu orang tua diharapkan mampu men¬ciptakan kiat (cara-cara) yang andal untuk menghadapi dan membantu mereka dalam mengatasi berbagai masalahnya sehingga di antara anak dengan orang tua tetap terjalin keserasian hubungan.<br />
Tak jarang, ada juga orang tua dan pendidik yang kurang memahami gejolak jiwa anak-anak usia remaja. Misalnya saja, seorang ayah masih memperlakukan anak yang tengah remaja seperti halnya ketika anak itu masih kecil. Dia tidak memperhatikan perkem¬bangan-perkembangan baru yang sebenarnya membutuh¬kan kiat bergaul yang berbeda dengan masa kanak-kanak terakhir. Sikap dan pandangan semacam itu menimbulkan kesenjangan dan masalah antara orang tua dengan anaknya, dan keadaan seperti itu dapat terus berlangsung sampai anak itu mengin¬jak usia dewasa. Oleh karena itu penting bagi orang tua memahami sifat-sifat khas yang berkembang pada anak remajanya.<br />
Sejumlah ciri sifat yang biasanya ada pada remaja antara lain: kecanggungan dalam pergaulan; kelebihan emosi; berubahnya beberapa pandangan hidup; muncul sikap kritis dan suka menentang; ingin mencoba-coba; tingginya minat kelompok; dan banyak dipengaruhi model identifikasi (tokoh untuk ditiru).<br />
Dalam keadaan seperti itu remaja dituntut untuk mampu menyelesaikan tugas-tugas kehidupan sesuai tingkat perkembangannya, antara lain: menerima keadaan fisik dan peran seksual dan sosialnya; mencapai kebebasan emosional dan ekonomi; mengembangkan keterampilan baru bagi persiapan kerja dan berperilaku sebagai warga negara yang dapat diterima; menentukan nilai-nilai yang dianut dengan kesadaran; dan mempersiapkan diri untuk kehidupan berkeluarga.</p>
<p>Bagaimana Rasulullah saw Menghadapi Remaja<br />
Ciri perkembangan sekaligus permasalahan yang sering muncul pada remaja adalah berkenaan dengan perkembangan seksualnya. Perkembangan seksual seorang anak biasanya bersamaan dengan perkembangan organ-organ seksual dan jaringan saraf yang sangat penting dalam perkem¬bangan rasionya. Perubahan-perubahan tersebut disertai dengan gejala-gejala khusus dalam tingkah laku yang menuntut perhatian dan pengawasan. Seorang pemuda mulai menginjak jenjang kelaki-lakian dan seorang pemudi mulai menginjak jenjang kewanitaan dengan daya tarik dan misteri-misteri yang mengun¬dang kebingungan dan kegelisahaan.<br />
Abi Umamah, dalam hadits riwayat Ahmad, mengisah¬kan bahwa seorang pemuda telah datang menghadap Nabi saw. seraya berkata, “Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berzina.” Orang-orang yang ada di sekitarnya menghampiri dan memaki, “Celaka engkau, celaka engkau!” Rasulullah saw. mendekati pemuda itu dan duduk di sampingnya: Kemudian terjadilah tanya jawab (dialog) yang panjang antara Rasulullah saw. dengan pemuda itu:<br />
Nabi saw: “Apakah engkau ingin hal itu (zina) ter¬jadi pada ibumu?”<br />
Pemuda : “Sekali-sekali tidak. Demi Allah yang menjadikanku sebagai tebusan Tuan.”<br />
Nabi saw: “Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada ibu mereka. Apakah engkau ingin hal itu terjadi pada saudara perempuanmu?”<br />
Pemuda : “Sekali-sekali tidak. Demi Allah yang menjadikanku sebagai tebusan Tuan.”<br />
Nabi saw: “Begitu pula orang lain, tidak ingin hal ini terjadi pada saudari-saudari mereka. Apakah engkau ingin hal ini terjadi pada saudara perempuan bapakmu?”<br />
Pemuda : “Sekali-sekali tidak. Demi Allah yang menjadikanku sebagai tebusan Tuan.”<br />
Nabi saw: “Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada sudara perempuan bapak mereka. Apakah engkau ingin hal itu ter¬jadi pada saudara perempuan ibumu?”<br />
Pemuda : “Sekali-sekali tidak. Demi Allah yang menjadikanku sebagai tebusan Tuan.”<br />
Nabi saw: “Begitu pula orang lain, tidak ingin hal itu terjadi pada saudara perempuan dari ibu mereka.”<br />
Kemudian Nabi saw. memegang dada pemuda itu seraya berdoa, “Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan peliharalah kemaluannya!” Setelah peristiwa itu, pemuda tadi menjadi orang yang arif.<br />
Beberapa nilai pendidikan yang terdapat pada peristiwa tersebut:<br />
1. Rasulullah saw. Sangat memahami kejiwaan pemuda tersebut. Beliau tidak marah, bahkan memintanya untuk duduk didekatnya. Pengaruhnya sang pemuda merasa dihargai.<br />
2. Rasulullah saw. menggunakan cara dialog, bertanya jawab secara bijak karena melalui cara tersebut anak dapat melontarkan pendapat kepada pendidiknya. Dan koreksi atas suatu pandangan dapat diberikan.<br />
3. Masalah yang beliau tanyajawabkan berkisar pada masalah yang sedang dihadapi si pemuda tadi dan tidak keluar dari inti permasalahan atau tidak memecahkan konsen-trasi pemuda tadi dengan masalah-masalah yang lain.<br />
4. Tanya jawab yang dilakukan Rasulullah saw merupakan cara yang paling cemerlang karena jawaban akan langsung keluar dari anak itu sendiri. Ketika Rasulullah saw. bertanya “apakah engkau suka bila zina dilakukan pada ibumu?” jawaban sang pemuda merupakan dalil pela¬rangan zina untuk dirinya sendiri. Selain itu, jawaban “sekali-kali tidak, demi Allah yang menjadikan saya se¬bagai tebusan Tuan,” merupakan pengakuan atas kesa¬lahan yang paling gamblang. Secara rinci, manfaat yang dapat kita ambil adalah:<br />
a.Terjadinya interaksi esensial antara seorang anak didik dengan pendidiknya.<br />
b. Pikiran anak didik akan terfokus dan terpusat pada pertanyaan yang dilontarkan.<br />
c. ]awaban yang menggunakan kalimat negatif me¬rupakan metode pendidikan yang ilmiah dan realistis serta menjadi hujjah atas pelanggaran terhadap per¬buatan tertentu, baik secara kemasyarakatan maupun kemanusiaan.<br />
5. Jumlah pertanyaan Rasulullah saw. yang banyak dapat menjadi dalil keyakinan yang menunjuk¬kan keingkaran pemuda itu terhadap perbuatan zina. Banyaknya dalil merupakan salah satu kiat pendidik¬an yang memperkuat hujjah dan alasan.<br />
6. Di antara kiat penyembuhan yang digunakan Rasulul¬lah saw. adalah meletakkan tangannya yang mulia di dada orang yang mendapat masalah. Ketika beliau mele-takkan tangannya di dada pemuda tadi, dia pasti akan merasakan ketenteraman serta ketenangan jiwa. Sebab, ketika itu beliau mendoakan si pemuda dengan inti doa yang mencakup pengampunan dosa, penyucian hati, dan pemeliharaan kemaluan. Bercermin dari itu, tampaknya orang tua wajib menjadikan doa sebagai salah satu sarana penyembuh penyakit hati anak¬nya. Rasulullah saw. telah bersabda, “Ibadah yang paling utama adalah doa.” (Shahih al ]ami’ Ash Shaghir, hadits no. 1108). Dan Firman Allah, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan doa¬mu.” (QS76: 8)<br />
Setelah peristiwa itu, tidak lagi tersirat dalam benak pemuda tadi untuk berzina. Tidak diragukan lagi, dia akan mendayagunakan pikiran dan potensinya untuk hal yang membuahkan hasil dan memberikan manfaat bagi diri dan masyarakatnya, seperti menyibukkan diri dalam belajar, jihad, atau aktivitas lain yang membantu perkembangan sosial, ekonomi, dan politik. Potensi ter¬sebut merupakan modal besar yang dapat diharapkan hasilnya.<br />
Belajar dari i’tibar di atas Najib Khalid Al’Amir dalam bukunya “Tarbiyah Rasulullaw” menyarankan agar orang tua dan pendidik mengambil sikap terhadap anak-anak mereka yang sedang remaja, seperti tertera berikut ini:<br />
1. Mengetahui secara optimal perubahan-perubahan yang terjadi pada anak-anak mereka yang sedang remaja de¬ngan melakukan pengamatan yang jeli.<br />
2. Mengarahkan mereka (anak-anak) untuk selalu pergi ke masjid sejak kecil sehingga memiliki disiplin naluriah dan andil yang potensial dalam lingkungan rabbaniah. Jika dia seorang pemuda, anjurkan untuk membiasakan shalat berjamaah dan membaca A1 Qur’an.<br />
3. Membuka dialog dan menyadarkan mereka akan status sosial mereka.<br />
4. Menanamkan rasa percaya diri pada diri mereka dan siap mendengarkan pendapat-pendapat mereka.<br />
5. Menyarankan agar menjalin persahabatan dengan teman¬teman yang baik. Sikap tersebut dapat menjadi perisai positif dan menjauhkan mereka dari perbuatan-per-buatan nista.<br />
6. Mengembangkan potensi mereka di semua bidang yang bermanfaat.<br />
7. Menganjurkan kepada mereka untuk berpuasa sunah karena hal itu dapat menjadi perisai dari kebobrokan moral.<br />
Ulama yang lain, Abdullah Nashih Ulwan mengajukan dua pedoman pokok untuk mendidik anak, yaitu pedoman mengikat dan pengawasan. Anak perlu diikat dengan aqidah, ibadah (wajib dan sunnah), pola pemikiran yang islami, nilai dan peran kemasyarakatan (pergaulan dengan akhlaq terpuji), dan dorongan pengembangan bakat serta potensi pribadi. Adapun pengawasan merupakan sikap kewaspadaan orang tua dalam mengamati setiap perkembangan anak-anaknya. Orang tua perlu mengawasi anaknya agar tetap berada pada jalur yang benar, tidak melakukan penyimpangan baik dalam hal makanan, pakaian, pergaulan, pola pemikiran, pengembangan kebiasaan, tradisi, dan amal ibadah pada umumnya.<br />
Sejumlah saran yang beliau ajukan dalam upaya mendidik anak dan remaja antara lain:<br />
• Menanamkan kerinduan pada usaha yang mulia<br />
• Menyalurkan bakat fitri anak<br />
• Menjalin hubungan yang baik anatara rumah, masjid, dan sekolah<br />
• Memperkuat hubungan orang tua, pendidik, dan anak<br />
• Menerapkan aturan secara ajeg<br />
• Menanamkan kecintaan anak pada belajar<br />
• Menyediakan sarana pembudayaan yang bermanfaat<br />
• Menanamkan tanggung jawab keislaman<br />
• Memperdalam semangat jihad</p>
<p>Adapun nasihat yang mengandung nilai-nilai islami yang dituturkan dalam bentuk tembang macapat antara lain dalam bentuk tembang Asmaradana dan Pangkur berikut ini:<br />
Pada netepana ugi<br />
Kabeh parentahing syara’<br />
Terusna lahir batine<br />
Shalat limang wektu uga<br />
Tan kena tininggala<br />
Sapa ninggal dadi gabug<br />
Yen misih demen ning praja</p>
<p>Aja nedya katempelan<br />
Ing wawatek kang tan pantes ing budi<br />
Watek rusuh nora urus<br />
Tunggal klawan manungsa<br />
Dipun sami karya labuhan kang patut<br />
Darapon dadi tulada<br />
Tinuta ing wuri-wuri</p>
<p>Kesemua pandangan, pengajuan pengertian, saran dan nasihat yang diajukan dimuka pada akhirnya mengarah pada tujuan utama pembinaan anak adalah mencapai keridhaan Allah SWT. Jalan yang ditempuh adalah dengan menjadikan anak terikat kepada Al-Quran sehingga mendapatkan karunia hikmah, tumbuh belas kasihan yang mendalam, menjaga kesucian diri, bertaqwa, berbakti kepada kedua orang tua, tidak memiliki sifat sombong dan tidak termasuk orang yang durhaka, sehingga selamat dan kesejahteraan dilimpahkan kepadanya: dari lahir, mati, dan dibangkitkan kembali (QS.19: 12-15). Wallahu a’lamu bishshawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=423&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/29/membina-remaja-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8230;Jangan Tangisi Apa yang Bukan Milikmu&#8230;</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/29/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/29/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 07:31:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/?p=420</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahir-Rahmanir-Rahim&#8230; Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Pffhh&#8230; sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa.  Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=420&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahir-Rahmanir-Rahim&#8230; Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai, kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah berandai-andai ria. Pffhh&#8230; sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa yang begitu menggelora dalam jiwa. </p>
<p>Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu, majelis-majelis dzikir yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa. </p>
<p>Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan. Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang kita mau bisa tercapai. Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang lain. </p>
<p>Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita. </p>
<p>Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu Rizki, jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya. </p>
<p>&#8220;Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab(Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakanya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu)supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikaNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.&#8221; (QS Al-Hadid ;22-23) </p>
<p>Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh.Kadang kita tak sadar mendikte Allah tentang jodoh kita,bukanya meminta yang terbaik dalam istikharah kita tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah. harus dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan segalanya, kita meminta dengan pakasa.Dan akhirnya kalaupun Allah memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah karena niat kita yang terkotori. </p>
<p>Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah : </p>
<p>&#8220;.. Boleh jadi kalian membenci sesuatu,padahal ia amat baik bagi kalian. Dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kalian.Allah Maha mengetahui kalian tidak mengetahui.&#8221; (QS. Al-Baqarah 216) </p>
<p>Maka setelah ini wahai jiwa, jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu. Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang mukmin tidak hidup untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang sesungguhnya: hidup di akhirat kelak! </p>
<p>Maka sudahlah, jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu .. !</p>
<p>( sumber: kembanganggrek.com )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=420&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/29/jangan-tangisi-apa-yang-bukan-milikmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diam Bukan Berarti Kalah</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/27/diam-bukan-berarti-kalah/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/27/diam-bukan-berarti-kalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 14:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/?p=417</guid>
		<description><![CDATA[Di suatu padepokan, ada seorang guru yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Suatu hari, dua orang murid menghadapnya. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7. Murid pandai mengatakan hasilnya 21. Murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta sang guru sebagai jurinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=417&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di suatu padepokan, ada seorang guru yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. </p>
<p>Suatu hari, dua orang murid menghadapnya. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7. Murid pandai mengatakan hasilnya 21. Murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27. </p>
<p>Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta sang guru sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar di antara mereka. </p>
<p>Kata murid bodoh, &#8220;Jika saya yang benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh guru kita, tetapi kalau kamu yang benar bahwa 3 x 7 = 21 maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri ha ha ha &#8230;..!!&#8221; Murid yang bodoh ini berani menantang demikian. Dia sangat yakin dengan pendapatnya! </p>
<p>&#8220;Katakan guru, mana yang benar??&#8221; tanya murid bodoh. </p>
<p>Ternyata sang guru memvonis cambuk 10 kali bagi murid yang pandai (orang yang menjawab 21). Si murid pandai jelas saja protes keras. </p>
<p>Sang guru menjawab, &#8220;Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi karena kamu tidak bijaksana. Duh&#8230; mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3&#215;7 adalah 21!!&#8221; </p>
<p>Beliau melanjutkan, &#8220;Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi arif daripada harus melihat satu nyawa terbuang sia-sia!&#8221; </p>
<p>Pesan moral dari kisah ini: </p>
<p>Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab, dengan sadar kita membuang waktu &amp; energi untuk hal yang tidak perlu. Bukankah kita sering mengalaminya? </p>
<p>Debat seperti yang hanya akan buang energi ini, bisa terjadi dengan pasangan hidup, tetangga, atau rekan kerja. Ada saatnya bagi kita, untuk diam dan menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia. </p>
<p>Diam bukan berarti kalah, kan? </p>
<p>Memang ini bukan hal yang mudah, tapi Anda sebaiknya tidak berdebat dengan orang bodoh, atau orang yang tidak menguasai permasalahan. </p>
<p>( sumber: AndrieWongso.com )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/417/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/417/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/417/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=417&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/27/diam-bukan-berarti-kalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syukur Akan Mengubah Hidup Kita</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/18/syukur-akan-mengubah-hidup-kita/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/18/syukur-akan-mengubah-hidup-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 09:17:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahir-Rahmanir-Rahim &#8230; Syukur, suatu kata yang sangat berbobot dan memberikan makna yang tidak terhingga. Allah telah menjamin dalam Al Quran, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut.   Sudahkan kita bersyukur? Sudahkah kita merasakan tambahan nikmat atas syukur kita ..? Apakah kita ingin mendapatkan nikmat yang lebih besar lagi? Lupakan mengeluh, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=414&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahir-Rahmanir-Rahim &#8230; Syukur, suatu kata yang sangat berbobot dan memberikan makna yang tidak terhingga. Allah telah menjamin dalam Al Quran, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat kepada orang tersebut.  </p>
<p>Sudahkan kita bersyukur? Sudahkah kita merasakan tambahan nikmat atas syukur kita ..? Apakah kita ingin mendapatkan nikmat yang lebih besar lagi? Lupakan mengeluh, mulailah perbanyak syukur. </p>
<p>Ada dua manfaat besar dari bersyukur. Kedua manfaat ini akan mengubah hidup kita jika kita mendapatkannya. </p>
<p>Pahala dari Allah. Jelas, bersyukur adalah perintah Allah, kita akan mendapatkan pahala jika kita bersyukur dengan ikhlas. </p>
<p>Menciptakan Feeling Good. Dengan bersyukur akan membuat kita lebih bahagia .., lebih menikmati hidup .. </p>
<p>Perasaan kita menjadi lebih enak dan nyaman dengan bersyukur. Bagaimana tidak, pikiran kita akan fokus pada berbagai kebaikan yang kita terima. </p>
<p>Lalu apa manfaat Feeling Good ..? &#8230;. </p>
<p>Jika Anda yang percaya dengan Hukum Daya Tarik (law of attraction), feeling good akan meningkatkan kekuatan kita menarik apa yang kita inginkan. Kekuatan hukum ini akan sebanding dengan keyakinan dan perasaan positif. Sementara semakin banyak kita bersyukur, akan semakin banyak perasaan positif pada diri kita. </p>
<p>Motivasi akan muncul dari kondisi emosi yang positif. Sementara bersyukur akan menciptakan emosi yang positif karena kita fokus apda hal-hal yang positif.  </p>
<p>Semakin banyak kita bersyukur akan semakin besar motivasi yang kita miliki. </p>
<p>Bersyukur akan membentuk pola pikir sukses. Pola pikir sukses adalah keyakinan dalam mendapatkan. Saat kita bersyukur, maka pikiran kita secara tidak sadar diberikan suatu “pola” mendapatkan, sehingga akan terbentuk pola sukses. </p>
<p>Dengan melihat ketiga manfaat dari feeling good, kita bisa menyimpulkan bahwa feeling good adalah mungkin menjadi salah satu cara Allah memberikan nikmat tambahan kepada kita. Jika orang baru ribut dengan manfaat syukur pada kahir-akhir ini, Al Quran sudah 14 abad yang lalu. Sungguh suatu nikmat Allah yang diberikan kepada kita, sayang jika kita mengabaikannya. </p>
<p>Cara Meningkatkan Syukur &#8230; </p>
<p>Saya yakin, Anda yang mau membaca artikel ini adalah orang-orang yang pandai bersyukur. Namun bukan berarti kita tidak perlu meningkatkan. Setinggi apa pun kita menjadi hamba yang bersyukur, kita masih tetap perlu meningkatkan syukur kita. Jika kita baru bersyukur saat menambatkan nikmat berupa materi, ini adalah baru tahap awal menjadi hamba yang pandai bersyukur. </p>
<p>Untuk meningkatkan rasa bersyukur, kita harus lebih jeli dan peka terhadap berbagai nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Kurangnya kepekaan terhadap nikmat Allah akan mengurangi syukur kita, sebab kita merasa tidak ada yang perlu disyukuri lagi. Meningkatkan kepekaan bisa dilakukan dengan melakukan perenungan terhadap apa yang terjadi pada hidup kita sehari-hari. Luangkan waktu kita setiap hari untuk merenungkan nikmat-Nya setiap hari. </p>
<p>Setiap saat, kita mendapatkan nikmat baru. Satu detik waktu berlalu berarti kita mendapatkan nikmat hidup selama satu detik. Nafas kita, penglihatan kita, penciuman kita, detak jantung kita dan sebagainya yang tidak mungkin disebutkan disini. </p>
<p>Selalu ada hikmah dari setiap kejadian, baik kejadian pada diri sendiri maupun orang lain. Sementara setiap saat selalu ada kejadian, berarti selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Sementara hikmah adalah suatu nikmat yg agung. </p>
<p>Syukurilah&#8230;..</p>
<p>Dengan bersyukur sesuatu yang kecil akan bernilai luar biasa &#8230; </p>
<p>Semoga bermanfaat dan Penuh Kebarokahan dari Allah &#8230;.</p>
<p>Sumber : motivasi-islami.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/414/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/414/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/414/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=414&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/18/syukur-akan-mengubah-hidup-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 Alasan Berjalan Kaki</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/06/9-alasan-berjalan-kaki/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/06/9-alasan-berjalan-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jan 2012 04:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Serbaneka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/?p=411</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda masih ingat langkah pertama dalam hidup Anda? Tentu, memori tersebut sangat berkesan bagi orang tua Anda. Kemudian setelah itu Anda berjalan setiap saat hingga pada satu titik, seperti kebanyakan orang dewasa, intensitas berjalan Anda mulai berkurang.   Menurut laman medicinenet.com persentase orang dewasa yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk ternyata meningkat dari 36,8% pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=411&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda masih ingat langkah pertama dalam hidup Anda? Tentu, memori tersebut sangat berkesan bagi orang tua Anda. Kemudian setelah itu Anda berjalan setiap saat hingga pada satu titik, seperti kebanyakan orang dewasa, intensitas berjalan Anda mulai berkurang.</p>
<p> </p>
<p>Menurut laman medicinenet.com persentase orang dewasa yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk duduk ternyata meningkat dari 36,8% pada 2000 menjadi 39,9% pada 2005. Alasan yang mendasari hal tersebut macam-macam, kehidupan yang membuat Anda frustrasi, kesibukan Anda, dan alasan lainnya. Lingkungan juga memainkan peran yang membuat aktivitas berjalan kita semakin berkurang. Escalator, remote TV, vacuum cleaner di rumah Anda, dan sebagainya juga ternyata ikut berperan atas berkurangnya intensitas berjalan Anda secara tidak sadar.</p>
<p> </p>
<p>Sementara itu, penelitian lain juga menunjukkan kepada masyarakat bahwa ketidakaktifan adalah penyebab terbesar kedua penyebab kematian setelah rokok. Untuk itu, marilah kita mulai langkahkan kaki untuk berjalan secara teratur demi kesehatan. Berikut ini adalah 9 alasan mengapa Anda harus mulai berjalan secara teratur dari sekarang:</p>
<p>Berjalan mencegah diabetes. Program pencegahan diabetes menunjukkan bahwa berjalan 150 menit per minggu dan menurunkan 7% berat badan kita dapat mengurangi resiko terkena penyakit diabetes sebanyak 58%.</p>
<p>Berjalan memperkuat fungsi jantung. Pada satu penelitian pria lanjut usia, mereka yang kurang berjalan kurang dari 1 km/hari tingkat kematiannya lebih tinggi dibandingkan mereka yang suka berjalan sejauh 2 km/hari. Sementara dalam studi berjudul “Nurse’s Health Study”,  wanita yang berjalan teratur selama 3 jam atau lebih per minggu dapat menurungkan tingkat resiko terkena serangan jantung dibandingkan wanita yang tidak atau jarang berjalan kaki.</p>
<p>Berjalan sangat baik buat tulang Anda.  Penelitian menunjukkan bahwa wanita post menopaus yang berjalan secara teratur sejauh 1 kilometer per hari memiliki kekuatan tulang yang lebih baik disbanding dengan wanita yang hanya berjalan pada jarak yang pendek. Ini menunjukkan bahwa berjalan sangatlah efektif mencegah tulang keropos.</p>
<p>Berjalan membantu mengurangi gejala depresi. Berjalan selama 30 menit dalam 3-4 hari dalam seminggu dapat mengurangi gejala stress sebanyak 47%.</p>
<p>Berjalan mengurangi resiko kanker payudara dan kanker usus. Wanita yang rutin berjalan dalam rentang waktu 75-150 menit per minggu akan mengurangi resiko terkenan kanker payudara dibandingkan dengan wanita yang jarang berjalan secara teratur. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dengan berjalan secara teratur juga dapat mencegah kanker usus. Pada kasus tertentu, penderita kanker usus yang berjalan secara teratur kualitas hidupnya akan semakin meningkat.</p>
<p>Berjalan Meningkatkan Kebugaran. Berjalan selama 30 menit selama seminggu dapat meningkatkan kebugaran Kardiorespiratori Anda.</p>
<p>Berjalan singkat juga dapat meningkatkan kebugaran. Sebuah studi pada perempuan yang melakukan jalan cepat selama 10 menit/hari menghasilkan perbaikan serupa dalam kebugaran dan setidaknya sama-sama efektif untuk mengurangi kegemukan tubuh. </p>
<p>Berjalan dapat meningkatkan fungsi harian fisik Anda. Penelitian menunjukkan bahwa berjalan secara teratur dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan meningkatkan fungsi fisik serta mencegah ketidakmampuan fisik pada usia lanjut. </p>
<p>Berjalan sangat baik bagi otak. Dalam sebuah studi berjalan dan fungsi kognitif, peneliti mempelajari seorang wanita yang sering berjalan secara teratur selama 90 menit per minggu. Mereka menemukan bahwa wanita yang berjalan selama 90 menit per minggu memiliki fungsi kognitif yang lebih baik dibanding wanita yang hanya teratur berjalan selama 40 menit per minggu.</p>
<p>Sumber: aldithecoach</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=411&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2012/01/06/9-alasan-berjalan-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8216;Cukup&#8217; itu Tanda Syukur</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2011/12/16/cukup-itu-tanda-syukur/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2011/12/16/cukup-itu-tanda-syukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Dec 2011 22:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/?p=408</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang banyak sekali. Si petani menjadi sangat kaya raya, dan ingin menumpuknya sebanyak mungkin. Sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata &#8220;cukup&#8221;.  Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=408&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang banyak sekali. Si petani menjadi sangat kaya raya, dan ingin menumpuknya sebanyak mungkin. Sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata &#8220;cukup&#8221;. </p>
<p>Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. </p>
<p>Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.</p>
<p>Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata &#8220;cukup&#8221;. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua orang merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.</p>
<p>Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?</p>
<p>Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.</p>
<p>&#8220;Cukup&#8221; jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.</p>
<p>Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia. Belajarlah untuk berkata &#8220;Cukup&#8221;.</p>
<p>&#8220;Cara yang Paling tepat untuk &#8220;mengatakan&#8221; Cukup adalah dengan BERSYUKUR, semakin kita merasa &#8220;cukup&#8221; dan bersyukur maka kita akan semakin dekat dengan kebahagiaan dan jauh dari rasa kekurangan&#8221;</p>
<p>Walau bagaimanapun Rasa syukur dan rasa cukup harus kita barengi dengan ibadah sebagai wujud nyata agar rezeki kita semakin bertambah bukannya makin berkurang, agar cahaya iman semakin terang menerangi jalan hidup kita.</p>
<p>&#8220;Ini termasuk karunia Rabbku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau kufur (akan nikmat-Nya). &#8221; (QS An Naml:40)</p>
<p>&#8220;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: &#8220;Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih&#8221;. (QS Ibrahim:7)</p>
<p>Sumber: kembanganggrek</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/408/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/408/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/408/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=408&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2011/12/16/cukup-itu-tanda-syukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengajarkan Anak Gemar Sedekah</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2011/11/01/mengajarkan-anak-gemar-sedekah/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2011/11/01/mengajarkan-anak-gemar-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 01:25:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/2011/11/01/mengajarkan-anak-gemar-sedekah/</guid>
		<description><![CDATA[Anak adalah titipan Allah yang sangat berharga. Kewajiban orang tua adalah mendidik anak sebaik-baiknya. Bagaimana cara melatih anak agar gemar sedekah ? Mari sejenak kita renungi lirik lagu “Sedekah” by Opick berikut ini. “Alangkah indah… orang bersedekah…. dekat dengan Allah… dekat dengan surga…Tak kan berkurang… harta yang sedekah… Akan bertambah… akan bertambah…Oooooh… indahnya saling berbagi… [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=403&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anak adalah titipan Allah yang sangat berharga. Kewajiban orang tua adalah mendidik anak sebaik-baiknya. Bagaimana cara melatih anak agar gemar sedekah ? Mari sejenak kita renungi lirik lagu “Sedekah” by Opick berikut ini.</p>
<p>“Alangkah indah… orang bersedekah…. dekat dengan Allah… dekat dengan surga…Tak kan berkurang… harta yang sedekah… Akan bertambah… akan bertambah…Oooooh… indahnya saling berbagi… Saling memberi… karena Allah…”(Sedekah – Opick)</p>
<p>Petikan tembang yang didendangkan Opick di atas cukup untuk mewakili nilai moral dan mulia dalam bersedekah. Sedekah adalah amalan yang bisa merubah perilaku yang melakukan dan juga kehidupan yang menerimanya. Sedekah bisa berdampak besar bagi kehidupan yang melakukannya, sikap empati, rasa menolong, positive thinking, ketulusan dan keikhlasan.</p>
<p>Begitu banyak pelajaran yang telah kita berikan pada anak-anak kita, baik itu berupa perintah dan larangan, sikap dan moral, tentang hal yang baik dan buruk. Namun, seringkali pula kita dapati pelajaran tersebut tidak mampu menggerakkan mereka untuk bisa berubah, melakukannya dengan baik dan terus menerus. Mengapa?</p>
<p>Perlu diketahui bahwa anak itu bersifat meniru dan melakukan apa yang dilihat dan dilakukan terutama oleh orangtua, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Sedekah adalah contohnya. Menganjurkan anak agar gemar berderma adalah sebuah sikap moral dan tindakan yang sangat terpuji, namun bukan sekedar wacana saja.</p>
<p>Gemar bersedekah ini harus ditumbuhkan pada anak-anak kita sejak dini, sehingga akan berdampak bagi perkembangan mentalnya setelah dewasa nanti. Apalagi jika sikap tersebut dilandasi dengan ketulusan dan keikhlasan, tentu akan menjadikannya lebih bermakna. Karena hanya dengan keikhlasanlah segala amal akan diterima Allah SWT.</p>
<p>Ketika anak-anak kita sudah senang dan cinta bersedekah, akan mudah bagi kita untuk menjelaskan dan menanamkan nilai-nilai pentingnya bersedekah di dalam agama, karena dia sudah melakukan dan merasakan sendiri (self experience) indahnya bersedekah. Betapa Allah SWT yang Maha Kaya memberi rezeki kepada semua makhluknya, bahkan semut yang kecil sekalipun. Memberi adalah sifat Mulia sang Pencipta, sungguh mulia manusia bila bisa memberi.</p>
<p>“Orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan penerimanya), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran bagi mereka dan dan mereka tidak bersedih hati.” (Al-Baqarah: 262).</p>
<p>Anak yang cinta sedekah, saat mereka dewasa akan memiliki sifat dan karakter yang baik. Bahkan saat mereka menjadi pimpinan, mereka akan menyejahterakan dan menjadi berkah bagi orang di sekitarnya. Ibarat menanam bunga, akan menumbuhkan keindahan dan keharuman bagi sekitarnya. Subhanallah (ma)</p>
<p>Agar Sedekah Menjadi Mudah</p>
<p>Begitu mudahnya mengajarkan anak-anak kita agar gemar sedekah, bila kita memberikan contoh teladan yang baik pada mereka antara lain:</p>
<p>· Menanamkan empati terhadap apa yang terjadi di lingkungan sehari-hari merupakan awal yang baik, mengunjungi rumah yatim piatu, melihat anak-anak jalanan dan anak-anak terlantar, mengunjungi panti jompo, bahkan mengajaknya berjalan berkeliling kota, saat menemukan pengemis ajarkan anak memberi dari tangan mungilnya langsung. Beri rasa bahagia dan kebanggaan bahwa dirinya bisa memberi dan menolong orang yang membutuhkan. Sungguh luar biasa bila hal ini terjadi. Selamanya anak kita akan ingat dan menyadari betapa indahnya bersedekah</p>
<p>· Mengajarkan anak cinta sedekah adalah mengajarkan mereka sifat Allah SWT, Maha Pemurah, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. Sehingga bila anak-anak kita bertanya tentang Allah SWT, kita bisa menjelaskannya dengan baik sifat-sifat yang dimiliki-Nya, sungguh indah bila kita memilikinya. Ketika kita mengajarkan anak-anak kita sedekah, bagai menanam Pohon Kebaikan yang subur, dahan dan rantingnya bercabang, bunga dan buahnya banyak, akarnya tertanan kuat dan menghujam ke tanah. Setiap sedekah yang kita berikan dengan ikhlas dan tulus berapa pun besarnya, apa pun bentuknya, akan kembali manfaatnya pada kita.</p>
<p>· Menularkan kepedulian dengan cara yang sederhana seperti berbagi kue dan meminjamkan mainan pada teman, melatih anak turut perduli pada sesama, melatih anak untuk tidak bakhil dan kikir. Bahkan kita juga dapat memberi pelajaran yang berharga pada anak-anak kita bahwa bila kita tidak cinta sedekah, maka kita akan memiliki sifat bakhil dan kikir yang merupakan sifat syetan. Bakhil dan Kikir tidak membuat seseorang menjadi kaya, karena apa yang kita dapat dan miliki adalah pemberian dan milik Allah SWT yang Maha Kaya, sehingga sedekah dapat memberi kita lebih kaya.</p>
<p>· Ajarkan untuk memberi tanpa pamrih (mengharap balasan/pujian) dan hindari anak berpikir negatif perlu dan tidaknya kita memberi. Bila ada orang yang meminta, berarti dia membutuhkan bantuan kita, sebesar apa pun kita bisa memberi. Selalu menanamkan keikhlasan pada setiap yang dilakukan oleh anak-anak kita. Bila kita tidak punya, sampaikan dengan santun dan sikap yang baik.</p>
<p>(Sumber: Bening – Baznas)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/403/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/403/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/403/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=403&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2011/11/01/mengajarkan-anak-gemar-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhwan Lugu dan Akhwat Berjilbab Biru</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2011/10/16/ikhwan-lugu-dan-akhwat-berjilbab-biru/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2011/10/16/ikhwan-lugu-dan-akhwat-berjilbab-biru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 10:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kayungyun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/2011/10/16/ikhwan-lugu-dan-akhwat-berjilbab-biru/</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita cinta seorang ikhwan yang masih lugu… Baru aktif ngaji beberapa pekan yang lalu.. Di sebuah ta’lim dia bertemu dengan seorang akhwat berjilbab biru.. Hati sang ikhwan langsung berdesir tak menentu.. Pulang ke kost langsung merenungkan kejadian itu… Ah…dia pun bertanya pada diri sambil tangannya menopang dagu.. Apakah yang sedang terjadi denganku? Mengapa bayang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=401&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini cerita cinta seorang ikhwan yang masih lugu…<br />
Baru aktif ngaji beberapa pekan yang lalu..<br />
Di sebuah ta’lim dia bertemu dengan seorang akhwat berjilbab biru..<br />
Hati sang ikhwan langsung berdesir tak menentu..<br />
Pulang ke kost langsung merenungkan kejadian itu…<br />
Ah…dia pun bertanya pada diri sambil tangannya menopang dagu..<br />
Apakah yang sedang terjadi denganku?<br />
Mengapa bayang sang akhwat tak jua mau berlalu?</p>
<p>Di tempat lain sang akhwat pun ternyata begitu…<br />
Tiba-tiba dia merasakan sesuatu..<br />
Setelah pertemuan tak sengaja dengan seorang ikhwan di ta’lim sore itu…<br />
Seketika ada suara hati yang menyeru…<br />
Duhai ukhti…kau sedang jatuh cinta, ayo ngaku!!</p>
<p>Kedua aktivis ini pun kembali bertemu..<br />
Dengan hati-hati si ikhwan menghampiri sembari menyerahkan sesuatu..<br />
Ohh…ternyata itu adalah surat bersampul abu-abu…<br />
Si akhwat pun menerima dengan hati ragu…<br />
Pulang ke kost si akhwat langsung membuka surat itu dengan rasa yang menggebu..<br />
Seketika wajahnya merah tersipu…<br />
Si ikhwan ternyata mengungkapkan cinta langsung tanpa bumbu rayu…<br />
Sang akhwat hanya bisa terpaku…</p>
<p>Beberapa hari pun berlalu…<br />
Si ikhwan telah gelisah menunggu..<br />
Menanti jawaban dari sang akhwat yang telah begitu ia rindu…<br />
Akhirnya pujaan hatinya datang dengan wajah sendu…<br />
Sejenak pandangan mereka beradu…<br />
Namun sesegera mungkin si akhwat menunduk kaku…<br />
Perasaan mereka pun bercampur aduk jadi satu…</p>
<p>Dengan lirih sang akhwat mengaku..<br />
Dia pun telah memiliki rasa pada ikhwan itu…<br />
Namun…tiba-tiba nuraninya segera menyeru…<br />
Hentikan! Tak tahukah kau bahwa rasa itu adalah godaan bagimu?<br />
Tidakkah kau sadar bahwa kau telah membuat Rabb-mu cemburu?<br />
Hingga akhirnya sang akhwat terduduk lesu…<br />
Maafkan aku ya akhi..aku tak bisa menerima cintamu…<br />
Setidaknya untuk saat ini aku belum siap untuk itu…<br />
Sang ikhwan pun hanya bisa menerima dengan diam membisu..<br />
Ya…dia sadar bahwa apa yang dilakukannya telah keliru…<br />
Akhirnya mereka pun berpisah dan menjadikan itu sebagai cerita semu…<br />
Namun indah karena mereka telah saling menjaga untuk cinta yang satu…<br />
Cinta Allah…cinta yang maha sempurna itu…</p>
<p>Di lokasi lain…sesosok makhluk hanya bisa termangu sembari menggerutu..<br />
Ohh..ternyata dia syaitan si makhluk pengganggu..<br />
Uh…usahaku kenapa sih gagal melulu?? Kata syaitan sambil berlalu…<br />
Malaikat yang ada disampingnya hanya bisa tersenyum haru…<br />
Sembari berkata pada syaitan : KASIAN DEH LU !!</p>
<p>Sumber : penulishati.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=401&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2011/10/16/ikhwan-lugu-dan-akhwat-berjilbab-biru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencintai Sejantan Ali ra.</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2011/10/05/mencintai-sejantan-ali-ra/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2011/10/05/mencintai-sejantan-ali-ra/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 12:53:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/2011/10/05/mencintai-sejantan-ali-ra/</guid>
		<description><![CDATA[Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=399&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.</p>
<p>Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!</p>
<p>&#8220;Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut CINTA&#8221;</p>
<p>Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.</p>
<p>”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.</p>
<p>Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.. Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?</p>
<p>Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah.</p>
<p>’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.</p>
<p>”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.</p>
<p>”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”</p>
<p>Cinta tak pernah meminta untuk menanti.</p>
<p>Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.</p>
<p>Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.</p>
<p>Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.</p>
<p>Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.</p>
<p>’Umar ibn Al Khaththab.</p>
<p>Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.</p>
<p>’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu,</p>
<p>’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,</p>
<p>”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”</p>
<p>Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.</p>
<p>Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.</p>
<p>”Wahai Quraisy”, katanya.</p>
<p>”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah.</p>
<p>Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”</p>
<p>’Umar adalah lelaki pemberani.</p>
<p>’Ali, sekali lagi sadar.</p>
<p>Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah.</p>
<p>Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.</p>
<p>Cinta tak pernah meminta untuk menanti.</p>
<p>Ia mengambil kesempatan.</p>
<p>Itulah keberanian.</p>
<p>Atau mempersilakan.</p>
<p>Yang ini pengorbanan.</p>
<p>Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?</p>
<p>”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.</p>
<p>”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”</p>
<p>”Aku?”, tanyanya tak yakin.</p>
<p>”Ya. Engkau wahai saudaraku!”</p>
<p>”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”</p>
<p>”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”</p>
<p>’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.</p>
<p>Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya.</p>
<p>Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya.</p>
<p>Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.</p>
<p>Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!”</p>
<p>Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.</p>
<p>Dan ia pun bingung.</p>
<p>Apa maksudnya?</p>
<p>Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan.</p>
<p>Ah, itu menyakitkan.</p>
<p>”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”</p>
<p>”Entahlah..”</p>
<p>”Apa maksudmu?”</p>
<p>”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”</p>
<p>”Dasar Aliiiii !!!! , kata mereka&#8221;</p>
<p>”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua!</p>
<p>Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”</p>
<p>Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya.</p>
<p>Itu hutang.</p>
<p>Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang.</p>
<p>Bukan janji-janji dan nanti-nanti.</p>
<p>’Ali adalah gentleman sejati.</p>
<p>Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel,</p>
<p>“Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”</p>
<p>Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.</p>
<p>Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali,</p>
<p>“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”</p>
<p>‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu”</p>
<p>Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”</p>
<p>Kisah ini disampaikan disini, bukan untuk membuat kita menjadi mendayu-dayu atau romantis-romantisan. Kisah ini disampaikan agar kita bisa belajar lebih jauh dari ‘Ali dan Fathimah bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu.</p>
<p>(Sumber: kembanganggrek.com)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=399&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2011/10/05/mencintai-sejantan-ali-ra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepareng Matur&#8230;</title>
		<link>http://tintabiru.wordpress.com/2011/09/05/matur/</link>
		<comments>http://tintabiru.wordpress.com/2011/09/05/matur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Sep 2011 00:40:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tintabiru</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://tintabiru.wordpress.com/2011/09/05/matur/</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;manembrama lampahing wulan piniji, tutug tatas titis hangayahi wajib.., kanthi susila hanuraga, hangaturaken Sugeng Riyadi Syawal 1432 H, minal &#8216;aidin walfaizin, lepat lan khilaf mugyo hangaksama, rumentah saktelenging manah, kaijabah Gusti ingkang Maha Agung lan Mirah.., satuhu atur pinangka sulih salira..<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=395&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8230;manembrama lampahing wulan piniji, tutug tatas titis hangayahi wajib.., kanthi susila hanuraga, hangaturaken Sugeng Riyadi Syawal 1432 H, minal &#8216;aidin walfaizin, lepat lan khilaf mugyo hangaksama, rumentah saktelenging manah, kaijabah Gusti ingkang Maha Agung lan Mirah.., satuhu atur pinangka sulih salira..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tintabiru.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tintabiru.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tintabiru.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tintabiru.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tintabiru.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tintabiru.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tintabiru.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tintabiru.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tintabiru.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tintabiru.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tintabiru.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tintabiru.wordpress.com/395/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tintabiru.wordpress.com/395/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tintabiru.wordpress.com/395/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tintabiru.wordpress.com&amp;blog=1279652&amp;post=395&amp;subd=tintabiru&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tintabiru.wordpress.com/2011/09/05/matur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4fe4a9072fc3a043ce0d439bd8634dc5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tintabiru</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
