Kresna Dibalik Keadilan yang Kontroversif July 20, 2009
Posted by tintabiru in Spirit.add a comment

Dalam perang itu Kresna bertindak seblaku penasehat perang Pandawa setelah melalui referendum. Sebelumnya ia diminta kaum Kurawa untuk menjadu penasehat di pihaknya tetapi sebenarnya akan dimanfaatkan kesaktiannya untuk memukul hancur kaum Pandawa. Tetapi niat licik itu telah terbaca dan Kresna tetapi pada pendiriannya hanya bersedia menjadi penasehat tanpa terilbat secara fisik dalam perang, hinggu akhirnya Kurawa menarik kembali permintaanya. Sebalikany Pandawa lebih tanggap bahwa justru petunjuk itu yang lebih berharga, karena Kresna adalah seorang ahli strategi dan mampu mengantisipasi situasi kritis yang dihadapi sedangkan Kurawa mendapat pakar-pakar perang seperti Bisma, Dorna, diperkuat Prabu Salya yang dapat mendatangkan ribuan bala tentara dengan Aji Chandra Birwayanya.
Tindakan tegas kresna dalam mengawal jalannya perang dibuktikan ketika menyaksikan Arya Bisma perang secara mem**** buta membantai bala tentara Pandawa hingga banyak menimbulkan korban. Dengan lantang ia mencaci: “hei Bisma, ternyata engkau ksatria yang tidak tahu atuan perang, mem**** buta membantai prajurit yang bukan tandinganmu. Tidakkah lebih pantas engkau bertanding dengan sesama satria. Aku tahu kau sukar dilawan dewa maupun manusia. Sekarang ayo lawan aku. Keluarkan semua kepandaian dan senjata andalanmu, ayo maju,” tantangnya penuh emosi. Bisma kget lalu tergopoh-gopoh turun dari keretanya menghampiri Kresna seraya memberi hormat dan berucap: “Duh Sang Kesawa, hamba mengaku salah bertanding tanpa pilih lawan.
Karena itu hukumlah hamba. Mati ditangan awatara Wisnu amat membahagiakan. Lepaskan senjata pusaka paduka bagi kematian hamba,” ujarnya pasrah. Di saat situasi menegangkan datanglah Arjuna merangkul kaki Kresna seraya memohon agar Kresna menepati janji untuk tidak terlibat langsung dalam perang. Akhirnya Kresna sadar dan berlalu. Begitulah kresna mengawasi jalannya perang dengan tindak tegas tanpa pilih bulu.
Tetapi pada bagian lain keadilan yang dilakukan menimbulkan masalah ketika Antareja putra Bima dari Saptapertala datang ingin bakti diri serah nyawa membantu Pandawa melawan Kurawa. Tentu saja kehadirannya seharusnya diterima dengan senang hati karena akan menambah kekuatan di kubu Pandawa. Tetapi tidak demikian, Kresna mempunyai catatan matinya seseorang dalam perang, termasuk Baladewa, saudara yang sangat dihormati justru akan mati di tangan si anak Bima itu. Tentu saja hal itu membuat resah hatinya dan berniat untuk mencari jalan keluarnya. Dasar Kresna berpikiran cerdas pandai mengantisipasi situasi kritis yang dihadapi, manakala ia mengetahui bahwa Antareja memiliki senjata berupa Taring yang amat berbahaya yang tidak boleh dalam perang. Janganpun terkena taringnya, terlanggar bayangnya saja orang bisa mati seketika. Maka entah apa yang terjadi apabila putra Bima itu dibiarkan terjun dalam perang. Jelas, Kurawa akan hancur sebelum waktunya. Bagaimanapun, ini bertentangan dengan perikeadilan.
Untuk mencegah Antareja terjun dalam kancah peperangan, tidak ada pilihan lain kecuali nyawanya harus dikorbankan dengan cara halus. Maka dengan pura-pura memuji keampuhan senjati taringnya, Kresna minta Antareja memperlihatkan senjata itu kepada ayahnya. Dengan bergengsot ia menyerahkan senjata itu kepada ayahnya. tetapi baru saja senjata itu berada di tangan Bima, Kresna membaca aji “Pelumpuhan” hingga tangan Bima mendadak lemas dan terjatuhlah senjata yang mematikan itu menimpa tubuh anaknya hingga tewas seketika. Mengkaji tindakan Kresna ditinjau dari satu sisi, matinya cucu Hyang antaboga itu merupakan pengorbanan suci demi tegaknya keadilan sehingga kaum Kurawa akan terhindar dari kehancuran yang tidak semestinya.
Hukum keadilan tidak berarti salah satu pihak yang sedang perang tidak harus lebih cepat mengalami kekalahan, tetapi juga tidak dibenarkan pihak yang akan unggul harus lebih awal meraih kemenangan. Akan tetapi ditinjau dari sisi lain, tindakan Kresna itu jelas merupakan pembunuhan yang direncanakan secara halus, bahkan tidak berperikemanusian karena matinya Antareja meminjam tangan ayahnya sendiri, selain memanipulasi matinya Baladewa oleh Antareja. Secara hukum, setiap perbuatan menghilangkan nyawa seseorang, meski hal itu berdalih demi keadilan, tetap harus mendapat hukuman.
Walaupun kedudukan Kresna sebagai pengatur jalannya perang dan pengendali keadilan, tidak berarti dirinya kebal terhadap hukum keadilan itu sendiri. Maka dalam kisah Baratayudha, hukuman terhadap Kresna pun berlaku, karena kutukan Dewi Anggandari (ibunya Kurawa) yang menuduh Kresna telah mengadu domba Kurawa dan Pandawa hingga kedua golongan yang masih bersaudara itu ludas. Hukuman itu akan terbukti dimana kelak leluhur dan keturunannya akan saling membunuh hingga ludas dan tak bersisa.
Dua belas tahun (menurut Mahabarata 35 tahun) telah berlalu setelah perang usai dengan Pandawa sebagai pemenangnya. Ini berarti tugas Wisnu akan segera berakhir dan kematian Kresna pun akan segera tiba. Ketika itu Kresna sedang beristirahat sambil bersemedi di semak belukar di dalam hutan. Sementara itu Ki Daruka (nama lain, Ki Jara) yang sedang menunggu tuannya datang ketempat itu. Tiba-tiba ia melihat sesuatu yang bergerak-gerak di dalam semak, penglihatannya seperti seekor rusa. Tak ayal lagi kusir yang gemar berburu itu melepas senjata panahnya dan tepat mengenai dada Kresna hingga roboh. Sang kusir kaget dan mohon ampun telah salah penglihatan, tetapi Kresna malah berterima kasih karena dengan demikian telah memberi “jalan” bagi sang Wisnu untuk kembali ke tempat asalnya.
Sementara itu di angkasa terdengar suara gemuruh para dewa dan bidadari menyambut yang akan kembali. Kendaraan Wisnu, Garuda Kencana, telah tiba dan keluarnya Wisnu dari tubuh Kresna. Yang tinggal hanya raga tak berdaya. Gagah sakti punjul agung telah sirna. Kresna seorang besar dan berwibawa dengan sejuta kesaktian bukan mati di tangan seorang raja bukan pula oleh seorang ksatria, tetapi ia mati hanya oleh seorang rakyat kecil berpangkat kusir. Di mata Tuhan semua makhluk adalah “sama” tanpa mengenal tinggi rendahnya martabat atau golongan.
Gaya Suami Mencemburui Istri June 20, 2009
Posted by tintabiru in Renung, Spirit.add a comment
Orang bilang cemburu itu biasa, milik semua orang. Pria, wanita, ulama atau orang kebanyakan, semuanya pernah didera rasa cemburu. Umar Tilmisani, misalnya ulama besar yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum ke tiga Al Ikhwan Al muslimin, pun mengaku pernah dilanda cemburu. Dengan terus terang ia mengatakan “Setelah menikah denganku, selama 17 tahun istriku tidak pernah keluar rumah untuk berkunjung ke keluarganya, atau menghadiri undangan dan kematian tanpa memakai mobil. Ia tidak pernah menggunakan trem, bus ataupun berjalan kaki di jalan, karena aku sangat ghirah (cemburu) kepadanya. Aku cemburu melihat sinar matahari menerpa tubuhnya, atau udara membelit pakaiannya. Dan istriku sangat tahu benar akan perasaanku itu. Karena itu ia tidak pernah merasa dirinya dibatasi sehingga harus marah padaku”.
Tak hanya itu, Syaikh Umar pun mengungkapkan bahwa ia merasa cemburu ketika istrinya terpesona nyanyian seorang penyanyi bernama Riyadh an Sanbthi. Ketika dikomunikasikan istri sang tokoh mengerti dan tidak pernah mendengarkan lagu itu atau menyebut nama an Sanbathi lagi.
Cemburu akan menerpa hati suami bila ia merasa dilupakan, diabaikan atau tidak diikutsertakan ketika istri membuat keputusan penting tanpa melibatkan suami, bisa jadi suami akan cemburu. Demikian pula ketika istri terlalu sibuk dengan kegiatan yang tidak melibatkan suami, rasa cemburu akan serta merta melanda.
Sesaat setelah lahirnya anak pertama, istri akan sibuk mencurahkan waktu, perhatian dan kasih sayang untuk bayi barunya. Aktivitas ibu memeluk, menimang, memandikan dan menyusui yang tidak pernah melibatkan sang ayah, membuat sang ayah merasa tersisihkan. Waktu yang tersita untuk mengurus bayi, anak-anak dan rumah tangga membuat suami merasa terabaikan, apalagi bila suami istri mulai kehilangan waktu yang biasa digunakan berdua.
Laki-laki juga akan cemburu jika kehilangan status dan harga diri di muka umum. Egonya akan terluka parah jika dilecehkan, dihina dan disindir tajam di muka umum oleh pasangannya. Atau bila suami terlihat dan mendapat perlakuan yang dirasa lebih rendah dari istrinya. Misalnya perbedaan perlakuan karena sang istri yang pejabat sedangkan suaminya bukan. Selain itu laki-laki akan merasa nyaman dan dicintai, jika ia dikagumi oleh pasangannya. Sebaliknya ia akan cemburu bila pasangannya mengagumi orang lain selain dirinya.
Namun, laki-laki selalu terang-terangan memperlihatkan rasa cemburunya, ini penting untuk menjaga harga dirinya. Sebab tidak jarang suami merasa kurang nyaman bila rasa cemburunya diketahui oleh orang lain, termasuk oleh istrinya yang sedang ia cemburui. Yang biasa dilakukan laki-laki dalam kecemburuannya adalah :
- Berusaha tidak peduli (pura-pura tak acuh).
- Menasehati bahwa perilaku yang membuat ia cemburu adalah penghinaan terhadap masyarakat, bukan terhadap dirinya sendiri.
- Berusaha mempertahankan kuasa atau kontrol terhadap pasangannya dengan ancaman dan permohonan, atau terus menerus mengawasi segala kegiatan pasangannya.
- Menyatakan bahwa ia cemburu, yang artinya ia masih cinta dan masih memiliki hasrat terhadap pasangannya.
(Sumber: eramuslim.com)
`
Berhenti Mencoba June 15, 2009
Posted by tintabiru in Spirit.add a comment
Suatu saat, seorang peneliti melakukan percobaan dengan ikan untuk mengetahui apakah hewan berdarah dingin tersebut bisa kehilangan kepercayaan.
Sebuah kotak yang tidak terlalu besar diisi air. Kemudian, ditengah kotak tersebut diberi pembatas sebuah kaca bening. Di salah satu sisi dimasukan ikan yang relatif besar dan sangat kelaparan. Sedangkan di sisi lainnya, dimasukan beberapa ekor ikan kecil yang cukup untuk dimakan oleh si ikan besar.
Melihat hadirnya ikan-ikan kecil yang biasa menjadi mangsanya itu, ikan besar langsung menjadi beringas. Dengan penuh semangat ia berenang ke arah ikan-ikan kecil berada. Apa yang terjadi? kita semua sudah dapat menduganya. Setiap kali ikan besar berenang menghampiri mangsanya, setiap kali itu pula dia menabrak dinding kaca pembatas.
Rasa lapar yang amat sangat memaksanya untuk terus mencoba, sampai akhirnya dia menghentikan usahanya yang sia-sia tersebut. Dan… menyerahlah si ikan besar.
Percobaan dilanjutkan, kali ini kaca pembatas yang ada di tengah-tengah kotak air tersebut diambil. Sekarang apa yang yang terjadi?
Ajaib! Dengan leluasa ikan-ikan kecil dapat berenang, bahkan sampai mendekati dan menyentuh sirip atau insang ikan besar yang tetap diam dan tak bergerak sedikitpun. Bisa saja sebenarnya si ikan besar melahap ikan-ikan kecil, tapi ia diam saja.
Ikan besar telah menyerah, pasrah dengan asumsi bahwa sekarang bukan saatnya untuk menyantap mangsa walaupun sebenarnya dia mempunyai kesempatan.
Kisah ini ada persamaannya dengan kita saat menjalankan pekerjaan sehari-hari. Banyak orang yang mempunyai kesempatan, namun selalu berpikir bahwa rintangannya terlalu banyak dan tidak mungkin dapat teratasi.
Di sisi lain dia juga tidak berbuat apapun untuk mengatasinya sehingga menghasilkan sikap peduli amat (I don’t care), sama seperti ikan besar dalam cerita di atas yang akhirnya menyerah, pasrah.
Manusia pesimistis, seperti si ikan besar, sering membiarkan kesempatan berlalu begitu saja. Banyak hal sebenarnya yang dapat anda lakukan agar pekerjaan menjadi lebih menarik, menantang dan memuaskan. Anda juga dapat menganalisa metode-metode atau teknik-teknik apa yang cocok untuk meningkatkan hasil kerja anda. Sejuta cara dapat kita coba dan lakukan terus untuk mencapai target kita. Jauh lebih memuaskan daripada sekedar mengkritik tanpa sedikitpun melakukan tindakan positif.
Sumber : Anonymous
Fungsi Hutan Rawa May 13, 2009
Posted by tintabiru in Renung, Spirit.add a comment

Kita mengenal beberapa istilah seperti sungai, danau, laut, rawa dan masih banyak lagi. Kita bahas sedikit tentang ‘rawa’. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, rawa diartikan sebagai tanah yang rendah (umumnya di daerah pantai) dan digenangi air, biasanya banyak terdapat tumbuhan air. Penggenangan air di rawa dapat bersifat musiman ataupun permanen. Hutan rawa memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Jenis-jenis floranya antara lain: durian burung (Durio carinatus), ramin (Gonystylus sp), terentang (Camnosperma sp.), kayu putih (Melaleuca sp), sagu (Metroxylon sp), rotan, pandan, palem-paleman dan berbagai jenis lainnya. Faunanya antara lain : harimau (Panthera tigris), Orang utan (Pongo pygmaeus), rusa (Cervus unicolor), buaya (Crocodylus porosus), babi hutan (Sus scrofa), badak, gajah, musang air dan berbagai jenis ikan.
Jenis-jenis rawa
Hutan rawa air tawar, memiliki permukaan tanah yang kaya akan mineral, biasanya ditumbuhi hutan lebat; Hutan rawa gambut, terbentuk dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang proses penguraiannya sangat lambat sehingga tanah gambut memiliki kandungan bahan organik yang sangat tinggi; Rawa tanpa hutan, merupakan bagian dari ekosistem rawa hutan, namun hanya ditumbuhi tumbuhan kecil seperti semak dan rumput liar.
Luas rawa di Indonesia diperkirakan lebih dari 23 juta hektar. Peran dan manfaat hutan rawa : sumber cadangan air, dapat menyerap dan menyimpan kelebihan air dari daerah sekitarnya dan akan mengeluarkan cadangan air tersebut pada saat daerah sekitarnya kering; mencegah terjadinya banjir; mencegah intrusi air laut ke dalam air tanah dan sungai; sumber energi; sumber makanan nabati maupun hewani.
Apa yang terjadi jika hutan rawa hilang ?
- dapat mengakibatkan kekeringan
- dapat mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan
- dapat mengakibatkan banjir
- hilangnya flora dan fauna di dalamnya
- sumber mata pencaharian penduduk setempat berkurang
Contoh rawa yang sekarang menjadi cagar alam adalah cagar alam muara angke. Cagar alam muara angke terletak dibagian utara kota Jakarta, keberadaannya membentang sepanjang garis pantai dari muara karang ke barat ke arah kamal dengan panjang kurang lebih 5 km lebar 100 meter dengan luas kurang lebih 50,80 Ha. Akhir-akhir ini keadaanya sangat memprihatinkan karena rusaknya lingkungan ekosistem, pencemaran air laut, sampah plastik dan abrasi air laut. Padahal dari hutan ini kita dapat belajar banyak tentang berbagai jenis tumbuhan air, satwa unggas, reptil dll. Di kawasan Jakarta utara, tepatnya di daerah muara angke hingga ke barat ke kamal terdapat hutan mangrove (hutan bakau) yang dilindungi dan dijadikan cagar alam. Hutan mangrove ini membentang sepanjang garis pantai dengan panjang kurang lebih 5 km dan lebar 100 meter persegi. Hutan ini ditumbuhi dari berbagai macam tumbuhan air diantaranya pohon bakau (Rhizophora Mucronata), pohon api-api, akasia, dan tumbuhan perdu lainnya. Sedangkan satwa yang menjadi penghuni kawasan cagar alam ini diantaranya adalah musang, berang-berang dan monyet yang sudah semakin sulit ditemukan karena kelangkaan ketersediaaan makanan, selain itu ada 74 jenis burung diantaranya kuntul, blekok, pecuk, bango, belibis. Namun jika kita ke sana yang sering dijumpai adalah jenis kuntul dan belibis. Diperkirakan burung-burung ini sudah hijrah ke pulau rambut, lalu ada juga 4 jenis ikan dan 7 jenis reptil (biawak dan berbagai ular berbisa dan ular sanca.
Menurut data dari Departemen Kehutanan prop DKI, keberadaan hutan di Jakarta terdiri dari: Hutan Lindung seluas 44,76 Ha, Hutan Cagar alam seluas 25.02 Ha, Hutan Wisata seluas 99,82 Ha, Cagar alam pulau Bakor seluas 18 Ha, dan Cagar alam Pulau Rambut seluas 45 Ha.
Fungsi Hutan dari sudut ekologis, hutan mangrove merupakan suatu bentuk ekosistem yang unik. Alasannya, di kawasan mangrove terpadu empat unsur biologis penting yang penting: daratan, pepohonan, fauna serta ekosistem. Sehingga, pengelolaan potensi hutan seperti ini harus tepat dan rasional agar fungsi ekologis dan ekonomisnya dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Fungsi hutan mangrove sendiri sebagai pelindung terhadap pengikisan pantai, pelindung terhadap angin laut, menahan intrusi air laut dan tempat berkembangnya biota laut, selain sebagai obyek penelitian dan obyek wisata yang perlu dikembangkan. Sebagai obyek penelitian, kita dapat melakukan berbagai penelitian tentang berbagai jenis tumbuhan air, tingkat pencemaran air laut, jenis-jenis satwa dan biota air lainnya. Namun jika keberadaanya semakin rusak bagaimana nanti kita mempertanggungjawabkanya terhadap anak cucu, merawat dan menjaganya adalah tugas kita bersama, hutan bukanlah warisan namun titipan dari anak cucu kita.
Sumber : http://www.lablink.or.id
Berbaik Sangka April 25, 2009
Posted by tintabiru in Spirit.add a comment
Hidup pasti akan pernah merasakan yang namanya kegagalan. Baik itu di karir, usaha, bahkan urusan percintaan sekalipun. Nah pada saat kita menghadapi yang namanya kegagalan atau jatuh di dalam hidup kita, maka kita sangat membutuhkan yang namanya berpikir positif. Kenapa demikian? Berpikir positif mengantarkan kita kepada suatu arena berpikir jernih dan solution creator.
Pada saat kita menghadapi masalah dengan sikap positif thinking, maka kita tidak akan menghabiskan waktu untuk mencari siapa penyebabnya atau siapa kambing hitamnya. Orang yang berpikir positif pasti akan selalu bilang : “Ini adalah bagian dari hidupku, aku adalah manusia yang tidak akan lepas dari kesalahan dan saya yakin bahwa kesalahan itu akan menjadikan saya individu yang lebih baik.Di dalam bukunya Brian Tracy, seorang CEO Brian Tracy Internasional dalam bukunya “Change Your Thinking Change Your Life”, mengatakan dalam melakukan kesalahan selalu ada dua pihak. Dan dia mengatakan bahwa fakta menunjukkan diperlukan dua orang untuk membangun sebuah penjara, sang tawanan dan sang penjaga, dan kedua duanya akan terperangkap dalam penjara tersebut.
Tentu anda menanyakan kenapa saya mengutip kalimat diatas, disini saya ingin mengajak anda berpikir bahwa kegagalan yang anda rasakan sekarang juga merupakan buah dari kesalahan kesalahan anda lakukan baik itu kecil, sedang atau besar, jadi anda tidak perlu lagi untuk melihat siapa yang salah dan akan anda jadikan kambing hitam, itu adalah perbuatan sia sia yang menghabiskan energi anda, Cobalah anda hilangkan sugesti negative anda dan bawalah pikiran positif anda untuk menghadapi masalah dan kegagalan itu maka anda akan diantarkan untuk menjadi seorang solution creator.
Berikut saya akan membawakan kepada anda sebuah kasus yang pernah saya alami di tempat saya bekerja. Saya waktu menghadapi suatu masalah yang sangat pelik, di mana saya menghilangkan cek gaji karyawan yang telah di tanda tangani oleh para direksi yang saat itu sedang bertugas di luar negeri. Sementara hari itu adalah tanggal 25 dan semua karyawan di kantor Jakarta dan di kilang di Palembang sedang menunggu slip gaji yang saya pegang untuk di kirimkan ke bank agar di transfer ke masing-masing rekening mereka.
Namun hal itu sepertinya akan tertunda. Lalu saya melapor ke atasan saya seorang finance manager, dan saya menceritakan kejadian tersebut. Lalu apa yang terjadi? Dia dengan santainya mengatakan :
“Baiklah, sekarang kita lihat berapa dana yang ada di rekening kita, berapa yang ada di bank dan kemungkinan dari mana dana tersebut bisa kita kumpulkan”
Lalu saya jalankan perintah atasan saya dan dalam waktu 15 menit masalah yang sudah membuat saya keringat dingin dari pagi tadi selesai. Dan kita bisa menangani masalah tersebut dengan meracik semua rekening yang ada. Itulah gunanya seorang teman, bos dan partner yang berpikir positif dalam menghadapi masalah. Mereka selalu menjadi solution creator, dan contoh yang di berikan atasan saya tadi selalu menjadi pedoman bagi saya, bahwa kita tidak memiliki cukup waktu untuk menyalahkan orang. Yang harus kita pikirkan bahwa kita harus bangun dan merapikan bongkahan-bongkahan kegagalan yang sedang menimpa kita.
Jadi bila anda menghadapi masalah, berpikirlah positif karena dia akan menjadi pegas bagi anda untuk melompat lebih tinggi.
Tertawalah… March 31, 2009
Posted by tintabiru in Spirit.add a comment
Bisakah kalian mengupayakan untuk tertawa paling tidak 10 menit sehari? Demikian usul Norman Cousins, seorang psikolog kesehatan, mengutip studi seorang filsuf yang menempatkan humor dalam dunia pengobatan. Cousins pernah mencoba menyembuhkan penderitaan pasien dengan cara kontroversial. Bukan dengan obat-obatan, melainkan dengan resep tertawa dan memupuk semangat hidup. Ternyata saran itu tidak hanya mengurangi rasa sakit yang menyiksa, tubuh pasien pun menjadi lebih sehat.
Melihat hasil terapinya, Cousins semakin yakin, tertawa bisa memperpanjang umur dan ikut membantu menyembuhkan penyakit. Walaupun hasil penelitian itu belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Makin banyak tertawa, makin senang, dan tertawa dapat membuat kita berumur panjang. Pepatah Tiongkok menyatakan, “Ie dien san siauw, Sie Bhe Liao (satu hari dapat tertawa tiga kali, tak akan mati muda)”.
TERTAWA ITU BIKIN KEBAL
Kita sebagai manusia biasa tentu tidak bisa lepas dari tawa dan humor. Banyak parodi dan kekeliruan di muka bumi ini yang laik dihumorkan. Bahkan, perjalanan hidup anda yang getir sekalipun cukup buat bahan tertawa. Tawa getir tentunya. Maka terbitlah: mati ketawa cara Rusia, mati ketawa ala Soeharto, atau humor sufi. Semua menjadi saluran kegetiran hidup yang dirasa mampat.
Terlepas apakah sebuah humor itu getir atau manis, rupanya suatu tawa mampu meningkatkan kekebalan tubuh manusia. Satu penelitian menyebutkan suara tawa dapat meningkatkan sistem kekebalan hingga 40 persen.
Karenanya, para ahli yang terlibat dalam penelitian itu berkeyakinan, saat ini para profesional kesehatan sebaiknya memandang serius humor sebagai sebuah terapi.
Penelitian di Universitas Indiana State, Amerika Serikat, mengambil sampel 33 wanita sehat. Setengah dari mereka menonton film komedi. Setengahnya lagi menonton film wisata. Ketika film berakhir, para peneliti mengambil sampel sel kekebalan mereka yang diketahui sebagai sel pembunuh alami dan mencampurkannya dengan sel kanker. Tujuannya, melihat bagaimana efektivitas penyakit menyerang tubuh mereka.
Ditemukan: Wanita yang terpingkal-pingkal oleh adegan film komedi ternyata memiliki sistem kekebalan lebih sehat daripada mereka yang menonton film wisata.
Dr. Mary Bennet, kepala penelitian itu, menerangkan ini akan menjadi penting secara klinis. Penggunaan humor guna merangsang tertawa dapat menjadi terapi efektif buat menurunkan stres dan memperbaiki aktifitas sel pembunuh alami.
Sampai-sampai, di Amerika Serikat, workshop humor telah dipasarkan bagi penyembuhan dan menurunkan stres. (pals yang di amrik… apa betul tuh? gimana cara kerjanya yach?)
Lalu apa guna tertawa, humor dan senyum simpul?
Berikut sedikit diantara sejumlah manfaat yang bisa diperoleh:
Sedikit Otot. Tidak seperti orang yang murah senyum, orang stres tampak lebih letih dan pesimistis. Dari segi fungsi otot pun berbeda. Kalau orang tersenyum hanya memakai satuan otot, orang stres puluhan otot. Artinya, kelompok tersenyum memakai tenaga otot lebih kecil atau lebih irit daripada kelompok penderita stres.
Buka Ventilasi. Tertawa merupakan harmonisasi gerak dari 15 otot wajah yang dapat ikut menghambat proses pengerutan wajah pada usia uzur. Juga memberikan latihan ringan bagi tubuh, karena otot dilatih berdenyut di atas rata-rata, khususnya otot muka. Tertawa kuat tentu menggunakan otot yang lebih besar, sehingga dapat diibaratkan membuka ventilasi jendela ruangan.
Bebas Bernafas. Mereka yang banyak menebar tawa akan lebih bebas dalam bernafas. Sebab, tertawa mempercepat keluarnya udara jenuh dari tubuh yang langsung digantikan dengan udara segar. Pergantian itu akan memperkaya oksigen dalam darah serta membersihkan bagian respirasi atau alat pernafasan.
Hadang Infeksi. Selama tertawa, dikatakan juga, antibodi tubuh serta sel darah putih aktif menghadang infeksi, sedangkan hormon mampu meningkatkan kesiagaan dan fungsi memori.
Hilangkan Stres. Tertawa diyakini mampu menghilangkan rasa cemas, bingung, sedih, dan gelisah. Stres pun dapat ditanggulangi. Tak ada salahnya bila setiap rumah sakit menerapkan program humor. Tentu tanpa harus mengabaikan prosedur standar medis. Terapi penyakit jantung dan kanker pun, menurut penelitian terakhir, bisa dibantu dengan mengusahakan agar pasien mau tertawa lebar untuk membantu penyembuhan.
(Sumber: Anonymous)
Apa yang Membuat Begitu Istimewa? March 18, 2009
Posted by tintabiru in Renung, Spirit.add a comment
TERNYATA, ada empat watak utama yang dimiliki manusia. Dan yang pertama kali menemukannya adalah Hippocrates pada 400 tahun SM! Sampai sekarang, keempat watak ini tetap ditemukan. Juga watak perpaduan antara keempatnya. Lalu apa yang membuat diri anda begitu istimewa?
Banyak hal. Temukan betapa Tuhan membuat Anda dalam Kepribadian Plus.
Dari sini Anda akan mengetahui apakah Anda :
> Seorang Sanguinis yang spontan, lincah, dan periang
> Seorang Melankolis yang penuh pikiran, setia, tekun
> Seorang Koleris yang suka petualangan, persuasif, percaya diri
> Seorang Phlegmatis yang ramah, sabar, puas
atau perpaduan dari sifat-sifat di atas. Anda juga akan mengetahui bagaimana cara terbaik untuk menggunakan aset anugerah Tuhan yang unik ini untuk mendatangkan keserasian dalam semua hubungan Anda. Florence Littauer menjelaskan : Setelah kita tahu siapa diri kita dan mengapa kita bertindak dengan cara seperti yang kita lakukan, kita bisa mulai memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita, dan belajar menyesuaikan diri dengan orang lain.
Begitu Anda memahami bagaimana cara mengeluarkan apa yang terbaik dari diri Anda, Anda akan mendapatkan bahwa orang lain juga kelihatan lebih baik. Temukanlah orang yang selalu Anda inginkan untuk menjadi Kepribadian Plus.
Tidak ada dua orang yang sama.
Kalau kita semua seperti telur yang identik dalam sebuah karton, seekor ayam betina raksasa bisa menghangatkan kita dan mengubah kita menjadi anak ayam yang manis/ ayam jago yang gagah dalam sekejap mata, tetapi kita semua berbeda. Kita semua dilahirkan dengan rangkaian kekuatan dan kelemahan kita sendiri, dan tidak ada rumus ajaib yang bisa bekerja seperti mukjizat bagi kita semua. Sebelum kita mengenal keunikan kita, kita tidak bisa memahami bagaimana orang bisa duduk dalam seminar yang sama dengan pembicara yang sama dalam jumlah waktu yang sama pula dan semuanya mencapai tingkat sukses yang berbeda-beda.
Kepribadian Plus melihat kepada diri kita masing-masing sebagai individu yang merupakan campuran dari empat watak dasar dan mendorong kita untuk mengenal saya yang sesungguhnya dari dalam sebelum berusaha mengubah apa yang tampak pada permukaan.
Kepribadian Sanguinis Populer ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )
1. Kekuatan Emosi Sanguinis Populer
Kepribadian yang menarik, suka berbicara, Menghidupkan pesta, Rasa humor yang hebat, Ingatan kuat untuk warna, Secara fisik memukau pendengar, Emosional dan demonstratif, Antusias dan ekspresif, Periang dan penuh semangat, Penuh rasa ingin tahu, Baik di panggung, Lugu dan polos, Hidup di masa sekarang, Mudah diubah, Berhati tulus, Selalu kekanak-kanakan.
2. Sanguinis Populer di Pekerjaan
Sukarelawan untuk tugas, Memikirkan kegiatan baru, Tampak hebat di permukaan, Kreatif dan inovatif, Punya energi dan antusiasme, Mulai dengan cara cemerlang, Mengilhami orang lain untuk ikut, Mempesona orang lain untuk bekerja
3. Sanguinis Populer Sebagai Teman
Mudah berteman, Mencintai orang, Suka dipuji, Tampak menyenangkan, Dicemburui orang lain, Bukan pendendam, Cepat minta maaf, Mencegah saat membosankan, Suka kegiatan spontan.
4. Sanguinis Populer Sebagai Orang Tua
Membuat rumah menyenangkan, Disukai teman anak-anak, Mengubah bencana, menjadi humor, Merupakan pemimpin sirkus
Kepribadian Melankolis Sempurna ( Introvert – Pemikir – Pesimis )
1. Emosi Melankolis Sempurna
Mendalam dan penuh pikiran, Analitis, Serius dan tekun, Cenderung jenius, Berbakat dan kreatif, Artistik atau musical, Filosofis dan puitis, Menghargai keindahan, Perasa terhadap orang lain, Suka berkorban, Penuh kesadaran, Idealis
2. Melankolis Sempurna di Pekerjaan
Berorientasi jadwal, Perfeksionis, standar tinggi, Sadar perincian, Gigih dan cermat, Tertib dan terorganisasi, Teratur dan rapi, Ekonomis, Melihat masalah. Mendapat pemecahan kreatif, Perlu menyelesaikan apa yang dimulai, Suka diagram, grafik, bagan, daftar
3. Melankolis Sempurna Sebagai Teman
Hati-hati dalam berteman, Puas tinggal di latar belakang, Menghindari perhatian, Setia dan berbakti, Mau mendengarkan keluhan, Bisa memecahkan masalah orang lain, Sangat memperhatikan orang lain, Terharu oleh air mata penuh belas kasihan, Mencari teman hidup ideal.
4. Melankolis Sempurna Sebagai Orang Tua
Menetapkan standar tinggi, Ingin segalanya dilakukan dengan benar, Menjaga rumah selalu rapi, Merapikan barang anak-anak, Mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain, Mendorong intelegensi dan bakat.
Kepribadian Koleris Kuat ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )
1. Emosi Koleris Kuat
Berbakat pemimpin, Dinamis dan aktif, Sangat memerlukan perubahan, Harus memperbaiki kesalahan, Berkemauan kuat dan tegas, Tidak emosional bertindak, Tidak mudah patah semangat, Bebas dan mandiri, Memancarkan keyakinan, Bisa menjalankan apa saja.
2. Koleris Kuat di Pekerjaan
Berorientasi target, Melihat seluruh gambaran, Terorganisasi dengan baik, Mencari pemecahan praktis, Bergerak cepat untuk bertindak, Mendelegasikan pekerjaan, Menekankan pada hasil, Membuat target, Merangsang kegiatan, Berkembang karena saingan.
3. Koleris Kuat sebagai teman
Tidak terlalu perlu teman, Mau bekerja untuk kegiatan, Mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selalu benar, Unggul dalam keadaan darurat.
4. Koleris Kuat sebagai Orang Tua
Memberikan kepemimpinan kuat. Menetapkan tujuan, Memotivasi keluarga untuk kelompok, Tahu jawaban yang benar, Mengorganisasi rumah tangga.
Kepribadian Phlegmatis Damai ( Introvert – Pengamat – Pesimis )
1. Emosi Phlegmatis Damai
Kepribadian rendah hati, Mudah bergaul dan santai, Diam, tenang, dan mampu, Sabar, baik keseimbangannya, Hidup konsisten, Tenang tetapi cerdas, Simpatik dan baik hati. Menyembunyikan emosi, Bahagia menerima kehidupan, Serba guna
2. Phlegmatis Damai di Pekerjaan
Cakap dan mantap, Damai dan mudah sepakat, Punya kemampuan administratif, Menjadi penengah masalah, Menghindari konflik, Baik di bawah tekanan, Menemukan cara yang mudah.
3. Phlegmatis Damai Sebagai Teman
Mudah diajak bergaul, Menyenangkan, Tidak suka menyinggung, Pendengar yang baik. Selera humor yang menggigit, Suka mengawasi orang, Punya banyak teman, Punya belas kasihan dan perhatian
4. Phlegmatis Damai Sebagai Orang Tua
Menjadi orang tua yang baik, Menyediakan waktu bagi anak-anak, Tidak tergesa-gesa. Bisa mengambil yang baik dari yang buruk, Tidak mudah marah.
Demikian 4 karakter dasar yang telah ditemukan oleh Hipocrates 400 tahun SM, dengan harapan anda yang telah membaca artikel ini dan memahaminya anda dapat mengetahui karakter anda dan anda dapat mengerti karakter orang-orang terdekat anda (teman, keluarga, pacar, dll) sehingga anda dapat menyesuaikan diri dan anda tahu bagaimana cara menghadapi tipikal dari 4 karakter yang berbeda tersebut dengan cara yang berbeda-beda pula.
( Sumber : Ir. Hendry Risjawan, MTC, CH, CHt, CHI, EITC, dalam keluargabahagia.com )
Rezeki Itu Tak Pernah Salah Alamat March 10, 2009
Posted by tintabiru in Renung, Spirit.add a comment
Daun di Musim Gugur January 19, 2009
Posted by tintabiru in Renung, Spirit.add a comment

Pada suatu pagi hari di sebuah musim gugur, tampak seorang anak bekerja menyapu halaman luar sebuah asrama. Pohon-pohon yang rindang di sekitar situ tampak berguguran daunnya. Walaupun bekerja dengan rajin dan teliti menyapu dedaunan yang rontok, tetap saja halaman dikotori dengan ranting dan daun.
“Aduh capek deh. Biarpun menyapu dengan giat setiap hari tetap saja besok kotor lagi. Bagaimana caranya ya supaya aku tidak harus bekerja terlalu keras setiap hari?” sambil masih memegang sapu, si anak sibuk memutar otak memikirkan cara yang jitu.
Kepala asrama yang melintas di situ menghampiri dan menyapa, ” selamat pagi Anakku, kenapa kamu melamun ? Apa gerangan yang sedang kamu pikirkan?” “Eh, selamat pagi paman. Saya sedang berpikir mencari cara bagaimana supaya halaman ini tetap bersih tanpa harus menyapunya setiap hari. Dengan begitu kan saya bisa mengerjakan yang lain dan tidak harus melulu menyapu seperti sekarang ini”.
Sambil tersenyum si paman menjawab, “Bagaimana kalau kamu coba menggoyangkan setiap pohon agar daunnya jatuh lebih banyak. Siapa tahu, dengan lebih banyak daun yang gugur, paling tidak besok daunnya tidak mengotori halaman dan kamu tidak perlu menyapu”. “Wah ide paman hebat sekali!” segera dia berlari mendekat ke batang pohon dan menggoyang-goyangkan sekuat tenaga. Semua pohon diperlakukan sama, dengan harapan, setidaknya besok dia tidak perlu menyapu lagi. “Lumayan bisa istirahat satu hari tidak bekerja”, katanya dalam hati dengan gembira.
Malam hari si anak pun tidur dengan nyenyak dan puas. Ketika bangun keesokan harinya, cepat-cepat dia berlari keluar kamar. Seketika harapannya berubah kecewa saat melihat halaman yang kembali dipenuhi dengan rontokan daun-daun. Saat itu pula paman sedang ada di luar dan memperhatikan ulah nya sambil berkata ” Anakku , musim gugur adalah fenomena alam. Bagaimanapun kamu hari ini bekerja keras menyapu daun2 yang rontok, esok hari akan tetap ada daun-daun yang rontok untuk di bersihkan, Kita tidak bisa merubah kondisi alam sesuai dengan kemauan kita. Daun yang harus rontok, tidak bisa ditahan atau dipaksa rontok. Maka jangan kecewa karena harus bekerja setiap hari. Nikmati pekerjaanmu dengan hati yang senang , setuju?” kata si paman memberikan sebuah pelajaran hidup yang begitu berarti. “Setuju paman. Terima kasih atas pelajarannya”, segera dia berlari menghampiri sapunya.
Kalau kita bekerja dengan suasana hati yang tidak gembira , maka semua pekerjaan yang kita lakukan akan terasa berat dan mudah timbul perasaaan bosan.
Pepatah mandarin mengatakan Selesaikan pekerjaaan hari ini dengan baik, besok masih ada pekerjaan baru yang harus diselesaikan.
Kalau kita telah mampu menikmati setiap pekerjaan dgn penuh kesadaran dan tanggung jawab. maka setiap hari pasti menjadi hari kerja yang membahagiakan dan setiap besok menjadi harapan yang menggairahkan. Sehingga kita boleh dengan bangga mengatakan bahwa Bekerja adalah ibadah…
(Tulisan Andrie Wongso di andriewongso.com)
