Berpelukan… December 28, 2008
Posted by tintabiru in Spirit.add a comment
Hasil iseng browsing berbagai link blog serta dari milis, saya menemukan artikel yang bagus, yang merujuk pada kekuatan sebuah pelukan.
Katanya dari berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat. Bagaimanakah rasanya bila anda dipeluk? Oleh keluarga dekat seperti ibu, adik, kakak, nenek, sepupu dan lain-lainnya. Bagaimana juga jika anda dipeluk oleh teman, sahabat dan bahkan orang spesial terdekat dengan anda? Tentu rasanya nyaman dan tentram. Segala beban dan emosi redam sudah dan adem banget. Kalo saya bilang sih, ketika berpelukan itu kerasa kalo rasa kasih sayang orang yang memeluk kita mengalir.
Menurut sumber yang saya baca, saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat, merasa damai dan tentram.
Dalam kehidupan nyata, hormon oxytocin ini akan tercipta dalam sebuah hubungan sehat yang tidak sering diwarnai pertengkaran ataupun kekerasan. Seperti kita ketahui, tidak semua orang memiliki hubungan yang membahagiakan, karena itu kualitas sebuah hubungan bisa menjadi tolak ukur kesehatan seseorang. Dari hasil penelitian menunjukkan, perempuan yang tidak bahagia dalam hubungan asmara atau pun dalam pernikahan, memiliki kecendrungan lebih tinggi untuk terkena serangan jantung.
Mengapa perempuan? Karena ternyata oxytocin lebih memiliki kedekatan dengan hormon estrogen yang diproduksi perempuan, sehingga menyebabkan, perempuan lebih responsif saat memeluk pasangannya ketimbang laki-laki.
Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan ‘pelukan sosial’, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh.
Berbagai riset menyebutkan, berpelukan bisa menyembuhkan masalah fisik dan emosional, bahkan bisa mengatasi stres dan depresi. Seperti sebuah riset yang digagas Dr Harold Voth, senior psikater dari Kansas, Amerika Serikat, menyebutkan berpelukan mampu mengusir depresi, mentune-up sistem kekebalan tubuh, tidur lebih nyenyak, dan awet muda.
Bahkan ada sebuah lembaga yang khusus mengkoordinir ‘pelukan gratis’ (Free Hug) di jalanan bagi mereka yang membutuhkan. Meski di beberapa negara kampanye Free Hug ini terganjal regulasi pemerintah, seperti di Cina, yang menganggap pelukan sebagai tradisi asing. Bahkan pemerintah Cina, Oktober 2006 lalu membubarkan aksi pelukan di pusat kota bisnis Xi’an, dan melarang kampanye pelukan di jalanan.
“Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, seorang terapis keluarga.
Apakah Anda saat ini lagi stres berat? Mungkin karena masalah pekerjaan, keluarga. Ayo, carilah orang yang bisa Anda ajak berpelukan! Berpelukan tak harus dengan pasangan, bagi Anda yang masih menjomblo, berpelukan dengan sahabat atau saudara Anda tak ada salahnya bukan? Paling tidak Anda bisa merasa nyaman dan terlindungi untuk beberapa saat. Dan bisa saja obat apa yang kita butuhkan untuk sebuah penyakit mental dan emosional sebenarnya cukup sederhana saja, yaitu pelukan. Selamat mencoba!
Pesimis atau Optimis? December 8, 2008
Posted by tintabiru in Spirit.add a comment
Hidup harus dihadapi dengan sikap optimis. Begitu kata orang bijak. Tapi ternyata kelewat optimis juga berbahaya. Nah, sebelum tahu apa bahayanya, jawab pertanyaan berikut untuk mengetahui apakah Anda termasuk tipe yang optimis atau sebaliknya.
1. Seseorang yang tidak Anda kenal memuji pakaian yang Anda kenakan. Menurut Anda:
A: “Rupanya saya mengenakan pakaian yang menarik hari ini.”
B: “Selera berpakaian saya tinggi.”
2. Hari ini Anda kena tilang dan dompet Anda ketinggalan di rumah. Menurut Anda:
A: “Pasti hari ini hari buruk saya.”
B: “Saya lagi sial.”
3. Anda bertemu dengan seorang pengusaha penting pada suatu pesta. Menurut Anda:
A: “Saya beruntung. Saya berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat.”
B: “Saya melakukan hal yang benar telah datang ke pesta malam ini.”
4. Anda ketinggalan pesawat dan harus menunggu pesawat berikutnya. Menurut Anda:
A: “Seandainya tadi tidak macet pun saya sudah mengira akan naik pesawat berikutnya.”
B: “Mulai sekarang saya harus dapat lebih baik dalam mengatur waktu. Saya selalu terlambat dan saya tahu hal ini pasti akan terjadi!”
5. Anak Anda mendapat ranking pertama. Menurut Anda:
A: “Anak saya sangat istimewa dan pekerja keras.”
B: “Anak saya sangat beruntung bisa mendapat ranking pertama.”
6. Anda baru saja pindah kerja dan gaji yang diperoleh berdasarkan komisi. Di akhir bulan, Anda merasa gaji anda tidak cukup untuk membayar tagihan-tagihan bulanan. Menurut Anda:
A: “Bulan ini bisnis sedang lemah. Bulan depan pasti lebih baik.”
B: “Saya tidak pandai dalam pemasaran. Hal ini merupakan masalah yang
serius!”
7. Anda berusaha keras dalam mengurangi berat badan dan sudah berkurang 5 kg. Menurut Anda:
A: “Diet ini berhasil! Saya berharap berat badan turun lebih banyak.”
B: “Usaha saya tidak sia-sia! Saya mencapai target yang saya inginkan.”
8. Anda merencanakan pesta taman, tetapi pada hari-H nya, hujan turun.
Menurut Anda:
A: “Seharusnya saya buat rencana yang lebih matang. Ternyata saya tidak pintar unuk urusan menyiapkan pesta.”
B: “Wah, sayang sekali! Pesta saya lain kali akan lebih baik dan lebih meriah.”
9. Anda mendapat nilai “A” untuk hasil ujian. Menurut Anda:
A: “Saya memang pintar!”
B: “Saya memang benar-benar menyiapkan diri untuk ujian itu!”
10. Pada saat sedang mengendarai mobil di jalan raya, tiba-tiba ada mobil membelok di depan Anda. Menurut Anda:
A: “Orang itu sangat tidak sopan!”
B: “Orang itu pasti sedang ada masalah.”
JAWABAN & ARTI:
Lebih banyak B: Anda seorang yang optimis!
Anda cenderung berpikiran optimis. Hal ini terlihat dari cara Anda menyikapi suatu kejadian dalam kehidupan. Anda percaya bahwa kejadian yang sifatnya positif terjadi karena kekuatan diri Anda dan memandang sesuatu kejadian yang negatif sebagai sesuatu di luar kemampuan. Tapi hati-hati! Orang yang optimis selalu merasa dirinya benar dan hal ini dapat menyebabkan Anda kehilangan kesempatan untuk berkembang dan untuk bertanggung jawab bila melakukan kesalahan. Kadang-kadang orang yang optimis percaya pada hal-hal yang tidak realistis akan kemampuan mereka dan berani mengambil risiko yang berbahaya. Di antara kelebihan yang dimilikinya, seorang yang optimis cenderung lebih sehat, berpenampilan lebih baik, dan jarang merasa stres.
Lebih banyak A: Anda seorang yang pesimis!
Anda cenderung pesimis. Hal ini terlihat dari cara Anda menyikapi sesuatu yang terjadi dalam kehidupan. Anda sering menganggap kejadian yang negatif terjadi karena kesalahan Anda dan merasa kejadian positif disebabkan oleh faktor-foktor di luar kemampuan Anda. Sisi baiknya, seorang yang pesimis lebih dapat menerima kegagalan dan mereka lebih mudah untuk berubah serta berkembang. Namun, bagaimanapun, terlalu sering menyalahkan diri sendiri akan menyebabkan Anda menjadi tidak percaya diri dan merasa tidak mampu dalam mengerjakan sesuatu.
Sumber Kompas.com
Hidup Sehat dengan Berpikir Positif December 6, 2008
Posted by tintabiru in Renung, Spirit.add a comment
Sikap amarah kronis : sinisme, curiga terus menerus, melontarkan celaan, ketersinggungan dan amarah secara terbuka
Konsep berpikir positif yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut :
BILA KITA MEMPUNYAI SUATU PROBLEM DAN PROBLEM ITU TIDAK BISA KITA UBAH MAKA YANG HARUS KITA UBAH ADALAH SIKAP KITA TERHADAP PROBLEM TERSEBUT
Contoh : saat anda akan berangkat ke kantor untuk suatu rapat yang sangat penting karena anda akan dipromosikan. Anda sudah berangkat dari pagi, mempersiapkan segala bahan presentasi, dan anda sudah pula diingatkan oleh atasan anda untuk jangan telat. Dalam perjalanan semuanya berjalan lancar, namun ternyata ada truk gandeng terbalik di jalan utama!. Jalanan macet total , tidak bergerak, tidak ada jalan alternatif yang bisa diambil. 30 menit berlalu, tetap tidak bergerak, anda mulai cemas gelisah , anda akan terlambat. Pasti terlambat!. Anda mempunyai problem saat itu , bahwa truk terbalik dan jalanan macet, apakah anda bisa mengubah problem tersebut ? sudah pasti tidak, dan anda pasti terlambat dengan segala risikonya. Pada situasi tersebut yang anda harus ubah adalah sikap anda. Rasa cemas, kuatir , kecewa tidak akan membuat kemacetan berubah dan persoalan berubah. Namun dalam situasi tersebut ubahlah sikap anda menjadi positif seperti : dengarkan musik yang anda sukai , mungkin dapat berbaring sesaat di mobil ( karena bangun pagi terlalu dini ) dsb. Sebagai penutup : SAYA MENANGIS KARENA SAYA TIDAK PUNYA SEPATU SAMPAI SAYA MELIHAT ORANG YANG TIDAK MEMPUNYAI KAKI ( dengan bahasa lain : saat saya tidak mempunyai sepatu : saya bisa bersedih atau tetap bersyukur, tergantung dari sudut mana anda memandang )