jump to navigation

Mari Menabung… March 29, 2008

Posted by tintabiru in Renung.
add a comment
”Menabung itu merugikan”
                 
Lah kok bisa? Berarti ajaran untuk menabung selama ini tuh salah dong. 
                
Hmm…???
Mari kita buat hitung-hitungan sederhana.
Misal kita punya uang Rp 1.000.000,00. Uang itu kemudian kita tabung di bank A dengan bunga 6% per tahun. Maka untuk satu tahun ke depan uang kita jadi:
106/100 x Rp 1.000.000,00 = Rp 1.060.000,00
                 
Tapi ingat, di dunia ini ada yang namanya inflasi. Inflasi di Indonesia sekitar 9%. Maka uang kita satu tahun nanti akan menjadi: 106/109 x Rp 1.000.000,00 = Rp 972.477,00
              
Duh, kok malah uangnya jadi berkurang?
Nah, itu yang saya maksud dengan menabung itu merugikan. Karena uang yang kita simpan justru menjadi minus. Belum lagi jika harus dikurangi beaya administrasi, beaya tarikan per bulan, beaya ATM, de el el…
                
Meski demikian, yang harus diingat adalah bahwa minus yang kita dapat akan lebih banyak bila kita sama sekali tidak menabung.
            
Kenapa gitu? Karena jika tidak menabung maka uang kita langsung tergerus sebesar inflasi yang ada.
             
Mari menabung…

                   

Gosip… March 27, 2008

Posted by tintabiru in Renung.
add a comment
Seorang wanita mengulang sepotong gosip mengenai tetangganya. Dalam beberapa hari, seluruh komunitas mengetahui ceriteranya. Orang yang digosipin itu sudah tentu sakit hati dan merasa terpukul.
                    
Kemudian si wanita yang bertanggung jawab karena telah menyebarluaskan gosip tersebut menemukan bahwa gosip itu betul-betul salah. Dia menyesal dan datang kepada orang tua yang bijak untuk mencari tahu apa yang dapat dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya itu. “Pergilah ke pasar,” katanya, “dan beli seekor ayam, lalu bunuh, kemudian dalam perjalanan pulang, cabuti bulunya dan buang satu persatu di sepanjang jalan pulang.”
               
Meski kaget mendengar saran itu, si wanita melakukan apa yang disuruh kepadanya. Keesokan harinya si orang bijak itu berkata, “Sekarang pergilah dan kumpulkan semua bulu yang kau buang kemarin dan bawa kembali kepadaku.”
               
Si wanita pun menyusuri jalan yang sama, namun angin telah melemparkan semua bulu-bulu itu kemana-mana. Setelah mencari-cari selama berjam-jam, ia kembali hanya dengan tiga potong bulu. “Lihat kan ?” kata si orang bijak, “sangat mudah melemparkannya, namun tidak mungkin menariknya kembali. Begitu pula dengan gosip. Tidak sulit menyebarluaskan rumor, namun sekali terlempar, anda tidak akan pernah secara penuh memperbaiki kesalahan anda.”
                
Adalah penting untuk menjaga apa yg masuk ke mulut, tetapi lebih penting untuk menjaga apa yg keluar dari mulut.
          
(Anonymous)

                            

Sempurna – by Gita Gutawa March 27, 2008

Posted by tintabiru in Tembang.
add a comment

Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
kau membuat diriku akan slalu memujimu

Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

*
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Reff:
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna.. Sempurna..

Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku

Back to *

                    

Berfokus pada Kelebihan Diri March 16, 2008

Posted by tintabiru in Renung.
add a comment

“Anak-anak, coba tuliskan tiga kelebihanmu, ” kata seorang guru yang hari itu menjadi pembimbing retreat bagi anak-anak sekolah dasar.

Menit demi menit berlalu namun anak-anak itu seakan masih bingung.

Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras : “Ayo, tuliskan! Kalau ngga, kertasmu saya sobek lo.” Anak-anak manis itu seketika menjadi salah tingkah.

Beberapa di antara mereka, memang tampak mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang nurutin kata ibu. Kadang-kadang bantu ibu. Kadang-kadang nyuapin adik makan.”

Penuh rasa penasaran, sang guru bertanya kepadanya : “Kenapa tulisnya kadang-kadang? “. Dengan wajah penuh keluguan, sang bocah hanya berkata : “Emang cuma kadang-kadang, pak guru”

Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian melanjutkan instruksi berikutnya : “Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahanmu atau hal-hal yang buruk dalam dirimu.”

Seketika ruangan kelas menjadi gaduh. Anak-anak tampak bersemangat. Salah satu dari mereka angkat tangan dan bertanya : “Tiga saja, pak guru?”. “Ya, tiga saja!” jawab pak guru. Anak tadi langsung menyambung : “Pak guru, jangankan tiga, sepuluh juga bisa!”.

Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita sederhana itu? Dapat ditangkap setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri kita karena lingkungan dan orang di sekitar kita jauh lebih sering mengkomunikasikan kepada kita kejelekan dan kekurangan kita.

Baru-baru ini, di sebuah televisi swasta ada pertunjukkan seni dari para penyandang cacat. Mengharukan… Ada orang buta yang begitu piawai bermain piano atau kecapi. Pria tanpa lengan dan wanita muda yang tuli dapat menari dengan begitu indahnya. “Luar biasa, dia bisa menari dengan penuh penghayatan. Yang membuat heran, dia kan tuli tapi kok bisa mengikuti irama lagu dengan sangat tepat?”

Seorang pria buta yang bernyanyi dengan nada merdu sempat berkata, “Saudaraku, saya memiliki dua mata seperti Anda. Namun yang ada di depan saya hanyalah kegelapan. Ibu saya mengatakan saya bisa bernyanyi, dan ia memberi saya semangat untuk bernyanyi.”

Benarlah apa yang dikatakan Alexander Graham Bell : “Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita.”
Fokuskan perhatian pada kelebihan kita dan bukan kelemahan kita.

(Sumber: Anonymous)

                

Sebatang Bambu March 15, 2008

Posted by tintabiru in Renung.
add a comment

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.
            

Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air yg sangat berguna untuk mengairi sawahku?”
              

Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau,Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”
             

Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawah sehingga padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur.”
            

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….., kemudian dia berkata kpd petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”
               

Petani menjawab, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua ini karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”
                

Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna ketimbang batang bambu yg lain. Inilah aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”
                 

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawah sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.
                

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan tanggung jawab dan persoalan yg sarat, mungkin Tuhan sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa.
                 

Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Tuhan tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Tuhan, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?
Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, ” Inilah aku, Tuhan…perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”
            

(Sumber: Cerita Motivasi)

                        

Dijewer Kuping March 14, 2008

Posted by tintabiru in Humor.
add a comment

Dalam suatu apel pagi, seorang komandan sedang mengetes anak buahnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan :

Komandan : “Apa yang kamu lakukan jika kamu berhadapan dengan musuh dalam jumlah yang sangat besar?!!”

Anak buah : “Langsung saya serang pak!!!!”

Komandan : “Salah! Kamu harus melaporkan pada pasukanmu supaya dapat menyerang bersama-sama. Lalu bagaimana jika kamu berhadapan dengan seekor babi hutan yang jinak?!”

Anak buah : “Saya melaporkan pada pasukan saya supaya dapat menyerang bersama-sama pak!”

Komandan : “Salah! Kamu harus men-jewer kupingnya supaya tidak nakal!, Lalu apa yang kamu lakukan jika berhadapan dengan saya?”

Anak buah : “Langsung saya jewer kupingnya pak, biar tidak nakal!!”

Komandan : ??                    

Kisah Tukang Cukur yang Baik Hati March 14, 2008

Posted by tintabiru in Humor.
add a comment
Ada seorang tukang cukur tua yang baik hati di sebuah kota di Amerika. Suatu hari seorang penjual bunga datang kepadanya untuk memotong rambut. Selesai potong rambut, dia bermaksud membayar tetapi tukang cukur menjawab: “Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan”. Sipenjual bunga sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terima kasih dan selusin bunga mawar yang telah menanti di depan pintu.

Seorang polisi datang untuk potong rambut dan dia pun bermaksud membayar setelah selesai dipotong rambutnya. Tetapi, si tukang cukur pun menjawab: “Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan”. Si polisi pun sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya,ketika si tukang cukur membuka toko, ada sebuah kartu ucapan terima kasih dan selusin donat yang telah menanti di depan pintu.

Dihari berikutnya datanglah seorang mahasiswa dari Indonesia untuk potong rambut, ketika dia hendak membayar, si tukang cukur pun menjawab: “Maaf, saya tidak dapat menerima uang darimu. Saya melakukan pelayanan”. Si software engineer dari Indonesia pun amat sangat gembira dan meninggalkan tukang cukur tersebut. Pada keesokan paginya, ketika si tukang cukur membuka toko, .. coba tebak !!! apa yang tukang cukur temukan di depan pintu?

Dapatkah kamu menebaknya? Apakah kamu belum tau jawabannya?
Ayo… Berfikirlah seperti orang indonesia ….!!!!!!
OK! OK! Selusin orang Indonesia telah menunggu untuk potong rambut GRATIS!      

Mencintai Orang yang Istimewa March 12, 2008

Posted by tintabiru in Kayungyun.
add a comment
Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang, tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih indah untuk mencintai daripada tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yang kamu rasakan.
                 
Hanya perlu satu menit untuk menghancurkan seseorang, satu jam untuk menyukai seseorang, satu hari untuk mencintai seseorang, tetapi membutuhkan seumur hidup untuk melupakan seseorang.
                 
Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum bertemu dengan orang yang tepat. Jadi ketika kita akhirnya bertemu dengan orang yang tepat, kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut.
                    
Cinta adalah ketika kamu membawa perasaan, kesabaran dan romantis dalam suatu hubungan dan menemukan bahwa kamu peduli dengan dia. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.
                
Ketika pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka.Tetapi kadang-kadang kita menatap terlalu lama pada pintu yang telah tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka buat kita.
            
Teman yang terbaik adalah teman dimana kamu dapat duduk bersamanya dan merasa terbuai dan tidak pernah mengatakan apa-apa dan kemudian berjalan bersama. Perasaan seperti itu adalah percakapan termanis yang pernah kamu rasakan.
              
Benarlah bahwa kita tidak tahu apa yang kita dapatkan sampai kita kehilangannya. Tetapi benar juga bahwa kita tidak tahu apa yang hilang sampai itu ada.
                
Memberikan seseorang semua cintamu tidak pernah menjamin bahwa mereka akan mencintai kamu juga! Jangan mengharapkan cinta sebagai balasan, tunggulah sampai itu tumbuh di dalam hati mereka. Tetapi jika tidak, pastikan cinta tumbuh didalam hatimu.
            
Ada hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang dari mereka kamu ingin dengar. Tetapi jangan sampai kamu menjadi tuli, walaupun kamu tidak mendengar itu dari seseorang yang mengatakan itu dari hatinya.
              
Jangan pernah berkata selamat tinggal jika kamu masih ingin mencoba. Jangan menyerah selama kamu merasa masih dapat maju. Jangan pernah berkata kamu tidak mencintai orang itu lagi, bila kamu tidak ingin membiarkannya pergi. Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan.
                  
Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangun kembali kepercayaan. Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu. Jangan melihat dari kekayaan, itu bisa menghilang.
               
Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah. Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum. Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang.
               
Kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia.Berharaplah kamu mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah sesuai dengan keinginanmu, karena kamu hidup hanya sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan.
               
Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia. Cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu manusia yang sesungguhnya dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.
            
Selalu letakkan dirimu pada posisi yang lain jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, mungkin itu menyakitkan orang itu juga. Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar bisa membuat celaka, kata-kata tepat waktu dapat mengurangi ketegangan. Kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan.
              
Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita. Dengan kata lain, kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka.
              
(Sumber: Anonymous)
                       

Romantis… March 9, 2008

Posted by tintabiru in Kayungyun.
1 comment so far
Bukan rahasia lagi, seorang isteri tetap butuh hal-hal romantis dari suaminya walau sudah puluhan tahun menikah. Istri mana yang tak akan tersanjung kalau suaminya sering bilang I love you dengan tatapan mata lembut dan penuh cinta. Atau, kalau sang suami membuat kejutan dengan sekuntum bunga plus makan malam spesial pada saat ulang tahunnya. Namun gimana sebaliknya, jika sang suami seorang kutu buku yang tak punya waktu bermesraan dengan istrinya? Seorang istri mungkin gregetan berusaha agar suaminya lebih romantis. Tapi ternyata ada juga istri yang pasrah. Baginya, yang penting sang suami mencintainya apa adanya.

Romantis adalah ekspresi cinta yang menggelora, begitulah setidaknya definisi WordWeb Thesaurus/ Dictionary dari Princeton University. Pengertian ini lebih diperjelas oleh Robert Billingham, seorang profesor di bidang perkembangan manusia dan studi keluarga dari Indiana University, AS.

“Sebelum bicara lebih lanjut, pertama-tama kita harus menyamakan ‘bahasa’ dengan mengganti kata ‘romantis’ dengan kata ‘sayang’ atau ‘peduli’, karena itulah sebenarnya yang dicari wanita,” ungkap Billingham. “Bagi wanita, sikap romantis adalah refleksi dari kepercayaannya terhadap pasangannya”.

Ekspresi kemesraan dapat diwujudkan oleh sang suami berupa perhatian berlebih, hadiah, atau pujian, misalnya terhadap kecantikan dan kehandalan isteri mengurus rumah tangga. Lebih dari itu, psikolog Sawitri Supardi mengatakan, di mata para isteri, suami yang romantis digambarkan sebagai sosok yang peka dan peduli pada kebutuhan individu sang isteri. Praktisnya, kebutuhan romantis suami istri ini bisa berupa kontak fisik maupun batin yang dinikmati secara bersama.

Namun harapan sering berbeda dengan realitas. Istri tidak selalu mendapatkan sikap romantis dari suaminya seperti yang diinginkan walaupun suami merasa telah memberi yang terbaik dan tidak selingkuh. Menurut psikolog, persepsi istri dan suami tentang romantisme memang tidak selalu sama. Istri mengasosiasikan kemesraan dengan hal-hal yang mengarah pada hubungan serasi, penuh cinta kasih, tidak selalu fisik. Itu sebabnya seorang istri menganggap pemberian bunga, puisi dan rayuan sebagai perilaku romantis. Lain halnya dengan suami. Sense of romance-nya lebih pada tujuan, jadi harus nyata bukan simbol. Jelasnya, romantis bagi suami berarti kedekatan dengan istrinya secara fisik. Baginya, kartu ucapan bertuliskan “I miss you” dari sang istri mungkin kurang romantis. Begitu pula, suami tidak ingin agar anak, orang tua, mertua atau pihak ketiga lain ikut nimbrung dalam menikmati momen romantis dengan istri.

Ada kisah kasih pasangan pengantin baru yang seharusnya masih dalam masa-masa romantis. Namun sang istri justru bilang, ”Suamiku tidak romantis sama sekali. Ia tak mengerti kalau bunga dapat membuat wanita sampai terjongkok-jongkok saking senengnya. Ia juga tak mengerti kalau mendapat kertas kecil ada tulisannya ”I love you” bisa membuat wanita terbang ke langit ke 12”. Konon langit cuma ada tujuh lapis, namun dalam kisah tersebut ternyata sang suami memiliki versi romantis yang lain. Saat menonton bersama acara film di TV, dia senang membelai-belai istrinya dari awal sampai film berakhir. Alhasil si istri malah kabur karena kegelian.

Bunga atau tanda cinta yang lain perlu disampaikan dengan cara yang tepat dan pada saat yang tepat pula. Ada kisah seorang suami yang selalu mengirim bunga pada waktu ulang tahun istrinya. Bunga itu dikirim lewat jasa kurir ke kantor sang istri pagi-pagi sekali sebelum ia datang. Sang isteri malah merasa malu, ”Rekan satu kantor selalu menanyakan bunga itu dari siapa dan ada acara apa. Karena setiap tahun seperti itu, lama kelamaan mereka jadi tahu duluan kalau ada bunga datang ke meja kantorku. Malu-maluin, kenapa tidak kirimnya ke rumah saja”.

Memberi bunga ternyata tak selamanya romantis. Cerita lain ketika seorang suami ingin mengejutkan isterinya dengan membawa seikat bunga. Betapa terperangahnya sang suami saat isterinya malah berkomentar, “Ngapain beli bunga? Sayang banget duitnya. Lebih baik buat temanku yang kebetulan baru saja melahirkan”. Untunglah sang suami bukan hanya romantis tapi juga berpikir positif. Dia malah senang karena menurutnya istrinya lebih mementingkan untuk membahagiakan orang lain.

Tapi yang lebih menjengkelkan adalah jika alasannya agar praktis. Seorang isteri protes terhadap suaminya yang tidak memberikan hadiah pada saat ia ulang tahun. Suaminya justru tidak habis pikir, “Lha saya kan sudah kasih uang dan credit card, kamu mau beli apa saja bisa”.

Nah, beda persepsi inilah yang dapat membuat tujuan dari ritual romantis, yaitu kemesraan dan kebahagiaan, tidak selalu tercapai. Hal itu tak akan jadi masalah bagi isteri selama suaminya setia. ”Yang penting dia menyayangi dan mencintai kita apa adanya. Ya, daripada romantis tapi selingkuh”, demikian komentar salah seorang isteri.

***

Memang tak dapat dipungkiri, sebuah perkawinan akan lebih serasi jika dibumbui hal-hal yang romantis walaupun kadarnya relatif sedikit. Untuk itu suasana romantis perlu dihidupkan dalam rumah tangga. Seribu jalan menuju ke Roma, banyak cara dapat ditempuh menuju keluarga yang mesra.

Yang mula-mula perlu dilakukan adalah mengetahui bagaimana persepsi suami mengenai romantisme. Sekecil apapun pengertiannya, istri perlu memberikan respon atau apresiasi positif. Ketika suami melakukan hal-hal kecil untuk istri, ucapan terimakasih dan wajah gembira dari istri akan jadi kebahagiaan dan sekaligus kebanggaan bagi suami.

Menunjukkan wajah yang cerah dan saling mengucapkan salam bila bertemu juga dapat membuat pasangan saling lebih mencintai. Panggilan sayang, ciuman, sentuhan pada lengan dan punggung sangat mententramkan dan terasa romantis. Jari-jemari yang saling menggenggam ibaratnya menggugurkan dosa-dosa keduanya. Bahkan di meja makanpun suami istri bisa bermesraan. Makan sepiring berdua, minum segelas berdua dapat menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat. Trik ampuh lainnya adalah saling memberi hadiah karena dapat mengokohkan rasa kasih sayang, tentunya dengan jenis hadiah dan saat yang tepat untuk memberikannya.

Pada kasus yang lain, tidak jarang hadirnya ”pihak ketiga”, seperti orang tua atau mertua, kerabat, dan anak, dapat mengurangi frekuensi kemesraan namun tidak harus mengurangi kualitasnya. Oleh karena itu sangatlah penting untuk menjaga hubungan baik dengan mereka. Namun tidak urung ada perubahan pada hubungan suami istri tatkala si buah hati hadir. Curahan kasih sayang suami kadang hanya tertuju pada anak, akibatnya isteri jadi cemburu. ”Tadinya tiap hari suami memanggilku ”sayang”. Sekarang hampir tak pernah lagi. Kata-kata sayang hanya untuk anak. Aku merasa shock dia berubah menjadi begini. Walau sikap mesranya itu pada anak sendiri.”

Usia pernikahan juga bukan alasan untuk mengurangi kemesraan. Seorang isteri menuturkan, ”Setelah 10 tahun lebih kami married, justru makin romantis. Kalau jalan berdua kami gandengan. Saat duduk di taman sambil menemani anak-anak bermain, kami berangkulan. Di rumah, kami masih sering bermain gelitik-gelitikan atau rebutan suatu barang sampai jungkir balik. Anak-anak sering ikutan, ada yang pro ayahnya, ada juga yang pro ibunya”

Kabur dari rutinitas juga perlu dilakukan khususnya jika usia pernikahan sudah lama. Ada kisah pasangan yang telah menikah 7 tahun dan memiliki 2 anak. Sang suami bukan tipe yang romantis. Namun sang isteri tak patah semangat. Hari demi hari ia mengompori hingga akhirnya berhasil meromantiskan suaminya. ”Yang jelas kami selalu menyempatkan waktu untuk pergi berdua seminggu sekali tanpa diganggu anak-anak untuk tetap menjaga keromantisan. Pergi nonton, ke cafe, atau jalan-jalan ke mall berdua layaknya ABG“.

Ada kalanya suami membutuhkan penyegaran karena setelah menikah secara bertahap hubungan intim berubah menjadi rutinitas. Oleh karena itu, variasi dapat juga diwujudkan dalam melakukan hubungan intim. Kadang suami ingin melakukan hal-hal yang kreatif dan spontan. Misalnya mengganti lampu dengan lilin aroma terapi, tampil dengan baju seksi, makan malam diterangi lilin dan disertai percakapan yang hangat membuat suami merasa sedang berpacaran kembali. Umumnya suami suka makan enak dalam suasana romantis, jadi apa salahnya memuaskannya di meja makan?

****

Kontak secara fisik dan batin adalah kunci dalam menumbuhkan sikap romantis dalam hubungan suami istri. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kesediaan untuk berkomunikasi dua arah dan hati yang ikhlas untuk menerima sang belahan jiwa apa adanya. Menceritakan rahasia terdalam akan menunjukkan totalitas hubungan suami istri. Totalitas ini pulalah yang dapat meluncurkan kata-kata maaf untuk menyudahi pertengkaran yang mungkin terjadi.

Romantisme dalam rumah tangga dapat mencairkan jiwa suami istri, karena jiwa dapat berkarat seperti besi. Canda ria suami istri begitu penting di tengah kepenatan hidup sehari-hari. Kalau tidak, bisa-bisa cinta akan berkarat.

Terakhir, ada rahasia yang harus kita ketahui mengapa suami istri harus romantis. Suami adalah titipan Tuhan kepada istri yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali. Karena itu perlulah memberikan kesan terbaik pada saat bersamanya.

(Tulisan Vita Sarasi di www.wrm-indonesia.org)